Bantuan Pertanian Perlu Diikuti Pendampingan dan Perawatan

  • 18 Sep 2026 13:00 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Berbagai bantuan pemerintah berupa pupuk, benih, maupun alat dan mesin pertanian dinilai perlu diikuti dengan pendampingan dan edukasi agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh petani. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati, I Gusti Ayu Diah Yuniti, kepada RRI.CO.ID, Minggu, 13 September 2026, mengatakan bantuan sarana pertanian selama ini telah banyak diberikan, termasuk melalui program pemerintah maupun kegiatan pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi.

Namun, menurutnya, persoalan yang masih ditemukan adalah kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan dan perawatan alat setelah bantuan diberikan. "Alat, mesin, kita sudah berikan, tetapi untuk perawatannya, itu yang tidak ada," ujarnya.

Ia mencontohkan pemberian mesin pencacah rumput kepada kelompok tani. Menurutnya, perlu ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab terhadap penggunaan dan pemeliharaan alat tersebut agar tidak berakhir rusak dan tidak terpakai.

Yuniti mengungkapkan, sejumlah alat bantuan bahkan berpotensi menjadi tidak terpakai atau mangkrak ketika mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dinilai membuat bantuan yang telah diberikan menjadi tidak optimal.

Karena itu, ia mendorong agar program bantuan tidak hanya mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat, tetapi juga memperhatikan kebutuhan perawatan dan perbaikan. "Boleh memberikan alat, mesin, tetapi tolong juga diberikan penganggaran untuk perawatannya kalau ada kerusakan seperti itu," ungkapnya.

Selain bantuan sarana, Yuniti menilai edukasi kepada petani harus dilakukan secara langsung melalui praktik. Menurutnya, sosialisasi saja tidak cukup karena petani perlu memahami cara menggunakan sekaligus merawat alat yang diterima.

Ia berharap pendampingan tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap bantuan yang diterima. Bahkan, menurutnya, apabila dikelola dengan baik, alat pertanian yang dimiliki kelompok dapat dimanfaatkan secara produktif, termasuk melalui penyewaan kepada pihak lain ketika diperlukan.

Yuniti menegaskan, pola bantuan pertanian seharusnya tidak hanya berorientasi pada pemberian hasil, tetapi juga membekali petani dengan sarana dan kemampuan untuk menghasilkan secara mandiri. "Jangan hanya memberikan subsidi pupuk. Lebih baik kita kasih alat pancingnya sehingga mereka bisa mencari ikan," katanya.

Ia meminta pemerintah tidak berhenti pada tahap penyerahan bantuan secara seremonial, tetapi memastikan alat yang diberikan benar-benar digunakan dan dirawat oleh penerima. "Jangan hanya sekadar seremonial memberikan alat, kemudian tidak pernah ditengok apakah mereka sudah bisa menggunakan atau tidak," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....