Uji Keselamatan, Bandara Ngurah Rai Gelar Simulasi Keadaan Darurat
- 16 Sep 2026 13:08 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Mangapura – PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bersiap menggelar Airport Emergency Exercise (AEE) pada Rabu, 23 September 2026. Latihan penanggulangan skala penuh ini rutin dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, prosedur SOP, serta koordinasi antar pemangku kepentingan.
Pengujian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh komunitas bandara dalam menghadapi berbagai kondisi darurat. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana menguji fungsi komando dan komunikasi antarinstansi terkait.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk menjaga standar keselamatan penerbangan di Pulau Dewata. Ia menyebutkan bahwa aspek keamanan harus selalu terjaga demi kenyamanan para wisatawan.
“Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang populer di dunia. Sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan di Pulau Bali, kami berkomitmen untuk senantiasa memastikan aspek keamanan dan keselamatan operasional penerbangan dan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selalu terjaga,” ujar Nugroho Jati.
“Oleh karena itu, pelaksanaan Airport Emergency Exercise menjadi sangat penting untuk menguji dan memastikan kesiapan seluruh pihak terkait dalam menghadapi keadaan darurat,” tambahnya.
Simulasi tahun ini dirancang mencakup tiga skenario utama guna menguji efektivitas dokumen Airport Emergency Plan (AEP). Latihan tersebut meliputi penanganan kebakaran gedung, gangguan keamanan, hingga simulasi kecelakaan pesawat udara.
“Dalam pelaksanaan AEE kali ini, kami melaksanakan tiga skenario latihan yang mencakup Building Fire Exercise, Airport Security Exercise, dan Aircraft Accident Exercise,” terang Nugroho Jati.
“Masing-masing skenario dirancang untuk menguji kesiapan personel dan efektivitas prosedur dalam menghadapi kondisi yang berbeda, mulai dari penanganan kebakaran gedung, gangguan keamanan di bandara, hingga simulasi penanganan kecelakaan pesawat udara,” lanjutnya.
Kegiatan AEE dikondisikan menyerupai situasi darurat sebenarnya guna mengevaluasi serta menyempurnakan prosedur yang berlaku. Melalui skenario ini, seluruh personel dilatih agar mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terarah.
“Melalui pelaksanaan AEE ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terhadap peran dan tanggung jawabnya masing-masing,” kata Nugroho Jati.
“Harapannya, kesiapan ini dapat terus terjaga sehingga kami mampu memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi pengguna jasa serta mendukung kelancaran operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,” tutupnya.
Sehubungan dengan simulasi ini, manajemen mengimbau pengguna jasa di kawasan bandara untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi petugas jika melihat rangkaian latihan. Pihak bandara menegaskan bahwa kegiatan terencana ini tidak akan mengganggu jadwal penerbangan yang tetap berjalan normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....