BPBD Bali Membangun Budaya Sadar Bencana hingga Lingkungan Sekolah

  • 14 Sep 2026 07:59 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, secara gencar menggelar sosialisasi dan pelatihan kebencanaan berkala,dengan menyasar kawasan pemukiman warga hingga lingkungan sekolah. Analis Kebencanaan Ahli Pertama BPBD Provinsi Bali, Ni Made Ayu Juli Antari, S.E., menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan tersebut saat berbicara dalam siaran Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar.

Juli Antari menambahkan langkah edukasi rutin ini, merupakan hasil kolaborasi bersinergi antara BPBD Provinsi Bali dengan BPBD di tingkat Kabupaten/Kota, seperti yang telah berjalan konsisten di wilayah Kabupaten Badung. Pelatihan ini memuat materi praktis, mengenai tata cara penyelamatan diri saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan kebakaran.

Program pembekalan ini dinilai sangat vital, karena pemahaman dasar keselamatan masih sering diabaikan oleh sebagian besar anggota masyarakat. "Biasanya hal-hal dasar mengenai penanganan awal bencana kurang diketahui masyarakat, padahal kekurangpahaman tersebut berdampak sangat besar bagi keselamatan jiwa," ujar Juli Antari.

Juli Antari menambahkan selain menyasar tingkat banjar seperti di Desa Bongkasa, BPBD juga memprioritaskan kegiatan simulasi keselamatan, di sekolah-sekolah di seluruh penjuru Bali. Langkah ini diambil mengingat para siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di area sekolah, sehingga membutuhkan pengetahuan mitigasi secara mandiri.

Pendekatan edukasi sejak dini ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya sadar bencana, pada generasi muda sejak berada di bangku sekolah. Pelatihan praktis yang diberikan mencakup teknik berlindung yang benar, pemetaan jalur evakuasi gedung, hingga cara menghubungi layanan darurat.

Melalui sosialisasi yang digelar secara berkesinambungan ini, Juli Antari optimis tingkat kesiapsiagaan masyarakat Bali akan semakin matang dalam menghadapi ketidakpastian bencana. "Kesiapsiagaan yang dilatih secara rutin, akan membangun respon yang tepat dan aman bagi masyarakat, ketika situasi darurat benar-benar terjadi," tutup Juli Antari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....