Puncak Kemarau, Lereng Gunung Batur Rawan Karhutla

  • 14 Sep 2026 08:32 WIB
  •  Denpasar

RRI,CO.ID, Bangli - Puncak musim kemarau dengan kondisi cuaca yang panas dan kering berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan terutama di kawasan yang rawan mengalami kekeringan meteorologis. Salah satunya lereng Gunung Batur Bangli dengan wilayah semak belukar yang luas dan kering.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli I Ketut Agus Sutapa kepada RRI.CO.ID di Bangli mengatakan, selama puncak kemarau, vegetasi bawah seperti semak belukar, daun kering, dan serasah di lereng gunung kehilangan kelembapan secara drastis dan mudah tersulut api. Apalagi dengan adanya potensi angin kencang di dataran tinggi Kintamani yang cenderung mempercepat perluasan kobaran api.

Agus Sutapa mengungkapkan, kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tim gabungan dengan menggelar patroli di sejumlah titik lereng Gunung Batur. Tim gabungan dari Balai KSDA Bali bersama kepolisian, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus memperketat pengawasan di Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang.

“Saat puncak kemarau, lereng Gunung Batur menjadi salah satu wilayah rawan mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan. Kombinasi vegetasi yang mengering serta tiupan angin kencang saat periode kritis, berpotensi mempercepat perluasan kobaran api,” ujarnya.

Agus Sutapa mengatakan, selain faktor alam, mayoritas pemicu utama Karhutla yakni faktor kelalaian, seperti pembuangan puntung rokok sembarangan serta aktivitas membakar sampah di sekitar lereng gunung. Ia berharap, masyarakat setempat juga tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan maupun membuka lahan pertanian dengan membakar hutan yang biasanya menjadi pemicu karhutla.

“Langkah antisipasi diterapkan Pemerintah melalui manajemen risiko dinamis dan pemantauan secara bergilir termasuk membuat sekat bakar dan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak memicu kebakaran,” tuturnya.

Lereng Gunung Batur menjadi kawasan yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan data BPBD Bangli, kawasan hutan di Blok Seked, Desa Batur Selatan sempat dilanda kebakaran dalam kurun waktu kurang dari tiga pekan pada 11 Agustus dan 30 Agustus 2026 yang menghanguskan lebih dari 2 hektare lahan semak belukar dan cemara hutan.

Kebakaran juga pernah melanda kawasan konservasi Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang yang menghanguskan lahan hingga 9,8 hektare

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....