PJLH Dinilai Dorong Kesejahteraan Masyarakat Desa Awan
- 14 Sep 2026 09:50 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Bangli - Program Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup atau PJLH dinilai memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Awan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Program tersebut juga mendorong masyarakat memperbaiki pengelolaan lahan melalui agroforestri regeneratif.
Perbekel Desa Awan, I Ketut Dhana Bratha, S.H., Rabu, 9 September 2026 mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama antara pemerintah desa, pemerintah daerah, serta sejumlah pihak dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, intervensi agroforestri regeneratif dilakukan untuk mengubah pola pertanian masyarakat yang sebelumnya cenderung monokultur.
“Dari 32 hektar yang diintervensi itu minimal ada tiga strata tanaman. Itu yang awalnya monokulturnya jeruk,” ujarnya.
Dhana mengungkapkan, perubahan menuju monokultur jeruk pada 2017 hingga 2018 sempat memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan Desa Awan. Sejumlah pohon besar yang berfungsi sebagai penyangga air ditebang dan lahan menjadi semakin terbuka.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian ketika dirinya mulai menjabat sebagai perbekel pada Desember 2020. Pembenahan kemudian dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dan pendampingan kelompok tani. “Celakanya di 2017–2018, karena perubahan stigma bertani masyarakat kami ke monokultur, rusaklah alam kami. Aliran sungai dirusak, ditanami jeruk semua. Kayu-kayu besar penyangga air ditebang semua,” ungkapnya.
Menurut Dhana, intervensi yang dilakukan bersama sejumlah pihak sejak 2022 hingga 2023 turut mendorong perubahan di masyarakat. Pendampingan dilakukan melalui kelompok-kelompok tani dengan mengedepankan pemberdayaan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Ia menilai keberhasilan pembangunan desa tidak semata-mata diukur dari kondisi ekonomi pemimpinnya, tetapi dari tingkat kesejahteraan masyarakat. “Keberhasilan seorang pemimpin itu bukan dia yang kaya, tapi ketika masyarakat saya sejahtera,” ujarnya.
Dhana menyebut, hasil intervensi PJLH yang dirasakan masyarakat juga terlihat dari kondisi sosial ekonomi warga. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah desa, masyarakat yang sebelumnya masuk dalam kelompok yang membutuhkan perhatian kini mengalami perubahan kesejahteraan.
Selain sektor pertanian, Desa Awan juga mengembangkan potensi produk lokal. Salah satunya Kopi Tegalsari yang dikembangkan melalui inisiasi dan pendampingan, serta hilirisasi komoditas jeruk menjadi berbagai produk olahan.
Ia berharap pengembangan potensi desa dapat terus didukung melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pihak terkait lainnya. Dhana juga mendorong pemerintah provinsi mempercepat regulasi terkait PJLH agar pelaksanaan program di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal.
“Kerja nyata, kerja bersama. Kami juga mohon dari provinsi regulasinya dipercepat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....