Sekolah Dorong Program Satu Keluarga Satu Sarjana Tepat Sasaran
- 30 Sep 2026 07:33 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Gianyar - Program Satu Keluarga Satu Sarjana dinilai dapat membuka kesempatan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, program tersebut dinilai perlu dirancang tepat sasaran agar lulusan tidak hanya memperoleh gelar, tetapi juga memiliki peluang kerja dan keterampilan yang sesuai kebutuhan.
Kepala SMK Negeri 1 Sukawati, Dr. I Putu Puspayana, S.Pd., M.Pd., mengatakan program Satu Keluarga Satu Sarjana dapat menjadi harapan bagi keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pendidikan. Menurutnya, keberlanjutan program perlu memperhatikan pilihan pendidikan dan peluang kerja setelah mahasiswa menyelesaikan studi.
“Program Satu Keluarga Satu Sarjana ini merupakan program yang bagus, dengan harapan ada satu orang yang bersinar di keluarga tersebut dan menjadi harapan untuk kesejahteraan keluarga itu,” ujar I Putu Puspayana.
Ia mengatakan tantangan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi cukup dirasakan lulusan SMK, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Masa kuliah yang mencapai delapan semester dinilai dapat menjadi pertimbangan siswa karena harus menyiapkan biaya hidup dan menunda keinginan untuk segera bekerja.
Menurutnya, selain bantuan biaya pendidikan, mahasiswa membutuhkan dukungan agar dapat menjalani kuliah sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kesempatan bekerja atau mengembangkan keterampilan yang dapat menghasilkan pendapatan dinilai dapat membantu mahasiswa bertahan hingga menyelesaikan pendidikan.
Puspayana juga menilai program perlu mempertimbangkan bidang studi yang memiliki keterkaitan kuat dengan kebutuhan dunia kerja. Pemerintah dinilai dapat memetakan perguruan tinggi, program studi, serta sektor industri yang berpotensi menyerap lulusan.
“Pihak pemerintah itu menentukan ke mana arah program yang kategori life skill itu bisa menghasilkan, walaupun belum tamat kuliah, dia bisa mencari wirausaha sendiri atau kuliah sambil bekerja,” katanya.
Ia berharap pemerintah menyusun regulasi yang jelas berdasarkan kajian terhadap kondisi dan kebutuhan generasi muda. Dengan pemetaan yang matang, program Satu Keluarga Satu Sarjana diharapkan dapat menjadi panduan bagi siswa dalam memilih pendidikan sekaligus membuka peluang keberlanjutan karier setelah lulus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....