KPAD Bali Dorong Keluarga Jadi Benteng Perlindungan Anak di Ruang Digital

  • 14 Sep 2026 08:35 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Komisi Perlindungan Anak Daerah atau KPAD Provinsi Bali mendorong keluarga menjadi benteng terdekat dalam melindungi anak dari berbagai risiko penggunaan internet dan gawai. Pendampingan dinilai penting mengingat sejumlah persoalan yang ditangani KPAD berkaitan dengan ketergantungan anak terhadap gawai dan dampaknya terhadap kesehatan mental.

Komisioner KPAD Provinsi Bali Bidang Pemenuhan Hak Anak, Lilik Ismurtono Santoso, kepada RRI.CO.ID, Jumat, 11 September 2026 mengatakan persoalan tersebut perlu ditangani melalui sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan lingkungan sekitar anak. “Kasus-kasus itu memang berhulu dari ketergantungan dan dengan gadget anak-anak, terutama juga yang berkaitan dengan mental health atau kesehatan mental anak-anak,” ujarnya.

Lilik yang akrab disapa Kak Ade mengungkapkan, penggunaan gawai pada anak perlu diimbangi dengan kegiatan lain yang melibatkan keluarga. Anak-anak juga perlu diarahkan untuk memilih konten sesuai kebutuhan dan keunikan masing-masing.

Menurutnya, anak perlu diberikan pemahaman untuk menjadi pelopor dan pelapor, terutama ketika menghadapi kekerasan atau persoalan di lingkungan digital. “Harus jadi 2P, Pelopor dan Pelapor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, orang tua juga perlu memperhatikan perubahan sikap dan perilaku anak. Perubahan tersebut dapat terlihat dari interaksi anak di lingkungan keluarga, sekolah, maupun pertemanan.

Selain itu, Lilik menekankan pentingnya menjadikan anak sebagai subjek dalam pemenuhan haknya, bukan sekadar objek perlindungan. “Jangan segan untuk mencari tahu bahwa kita ini semua adalah barrier terdekat untuk anak, untuk masa depan anak itu sendiri,” ujarnya.

KPAD Bali, lanjutnya, juga terus bersinergi dan berkoordinasi dalam mengawal regulasi pemerintah terkait perlindungan anak serta melakukan sosialisasi mengenai penggunaan gawai, termasuk risiko intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak dengan memperhatikan kebutuhan mereka dan tidak hanya berfokus pada anak sendiri.

“Anak tidak sebatas anak kita pribadi, tapi semua anak yang ada di lingkungan terdekat kita, baik itu keluarga, tetangga, anak-anak sekolah,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....