Anggaran Rp1,2 Triliun Siap Kucur, PSN PPN Pengambengan Dimulai

  • 10 Sep 2026 15:05 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Pemerintah siap mengocorkan anggaran fantastis senilai Rp1,2 triliun untuk menggarap proyek pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dipastikan mulai memasuki tahapan konstruksi fisik melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada akhir September 2026.

Kepastian peluncuran proyek bernilai triliunan rupiah ini disampaikan langsung oleh Kepala PPN Pengambengan, Kartono, saat rapat sosialisasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jembrana di Gedung Ir. Soekarno, Kamis 10 September 2026. "Kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama direncanakan dilaksanakan pada 29 September 2026. Ini menandai dimulainya pekerjaan konstruksi fisik di lapangan," kata Kartono.

Suntikan dana jumbo sebesar Rp1,2 triliun tersebut bersumber dari skema pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) dalam program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-1 (IFP-IFM). Pengerjaannya dipercayakan kepada kontraktor konsorsium CRBC-NINDYA Joint Operation (JO) setelah penandatanganan kontrak resmi di Jakarta pada 7 Agustus 2026.

Kawasan PPN Pengambengan dipilih karena posisi geografisnya yang amat strategis di selatan Bali serta potensi sumber daya lautnya yang melimpah. Pelabuhan ini dirancang menjadi pusat perikanan tangkap modern terpadu, sekaligus menampung pengalihan aktivitas perikanan dari Pelabuhan Benoa.

Menanggapi investasi besar di wilayahnya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyambut positif dimulainya pengerjaan fisik proyek. Ia menegaskan agar besarnya anggaran tersebut dapat memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi warga setempat, terutama para nelayan di Desa Pengambengan.

Bupati Kembang meminta pihak kontraktor untuk memprioritaskan pengerukan kolam labuh yang mengalami pendangkalan sebagai langkah awal pengerjaan, sehingga kapal nelayan dapat melaut dengan lancar. Selain itu, keterlibatan tenaga kerja dan pemasok material lokal harus diutamakan.

"Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi kami penting, tetapi yang paling penting adalah multiplier effect-nya. Kawasan ini akan memicu hadirnya industri pengolahan baru, pabrik-pabrik, serta penyerapan tenaga kerja yang luas," pungkas Kembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....