Pelaku UMKM Ungkap Tantangan dalam Menjamin Hak Konsumen
- 06 Sep 2026 10:08 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM menghadapi sejumlah tantangan dalam memastikan hak konsumen terpenuhi. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga ketersediaan bahan baku, pemahaman halal, keterbatasan gas, hingga kemampuan beradaptasi dengan digitalisasi.
Founder Cemilan Gendut Bali, Risna Basuki kepada RRI.CO.ID, Jum’at, 4 September 2026 mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM adalah memperoleh bahan baku yang sesuai dengan standar produk yang ingin dijual. Ia mencontohkan, bagi pelaku usaha makanan yang menggunakan bahan daging, aspek kehalalan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Menurutnya, anggapan bahwa seluruh bahan pangan tertentu otomatis halal belum tentu sesuai dengan kondisi di lapangan. Sebab, masih terdapat pedagang yang belum memiliki label halal pada produknya.
“Kalau kita melek halal, pasti kita akan cari sumbernya yang halal,” ujarnya.
Selain bahan baku, Risna mengungkapkan keterbatasan ketersediaan gas juga menjadi tantangan bagi UMKM yang membutuhkan proses memasak dalam kegiatan produksi. Ia menilai, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kelancaran kegiatan produksi apabila akses terhadap gas dibatasi.
Tantangan lainnya, jelasnya, berkaitan dengan digitalisasi. Pelaku UMKM dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi, baik untuk pemasaran maupun pengembangan usaha.
Risna mengakui, dirinya sebelumnya termasuk orang yang menentang digitalisasi. Namun, seiring perkembangan usaha, kemampuan memahami teknologi justru menjadi kebutuhan.
“Saya orang milenial yang dulunya sangat menentang yang namanya digitalisasi, tapi ternyata memang harus banget belajar,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM mendapat perhatian dan sosialisasi dari dinas terkait, sehingga UMKM dapat lebih berkembang sekaligus mampu memenuhi hak konsumen. Di sisi lain, Risna mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima komplain pelanggan akibat kesalahpahaman informasi produk.
Hal tersebut salah satunya didukung dengan upaya membangun komunikasi dan kepercayaan dengan pelanggan. Ia menjelaskan, UMKM tidak harus bersaing secara langsung dengan merek besar dalam hal modal maupun jumlah sumber daya manusia.
Menurutnya, kekuatan UMKM justru dapat dibangun melalui kepercayaan dan pelayanan yang lebih dekat dengan pelanggan. “Jadi tugas kita sebagai UMKM adalah bagaimana menciptakan trusting ke pelanggan,” katanya.
Risna menambahkan, pelaku usaha perlu menjaga hubungan dengan konsumen meskipun produk yang dijual sudah mendapatkan banyak pelanggan. Ia mengingatkan agar pelaku UMKM tidak merasa lebih tinggi ketika produknya mulai ramai dan tetap memberikan pelayanan yang baik kepada setiap konsumen.
“Yang membuat mereka balik ke kita itu bukan cuma sekadar produk yang kita jual, tapi memang pembawaan kita,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....