Wisatawan Polandia Ditemukan Meninggal pada Operasi SAR di Pantai Tembles

  • 03 Sep 2026 07:14 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana — Operasi pencarian wisatawan asal Polandia yang diduga terseret arus di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, berakhir duka. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga operasi, Selasa 02 September 2026.

Korban diketahui bernama Marcin Dawid (44), warga negara Polandia. Jenazah ditemukan terdampar di Pantai Yeh Kuning, Jembrana, sekitar 7,5 kilometer ke arah barat dari lokasi awal korban diduga terseret arus. Penemuan jenazah dilaporkan kepada petugas sekitar pukul 17.20 Wita.

Warga setempat pertama kali melihat sesosok tubuh dalam kondisi sudah kaku di kawasan pantai tersebut, kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai penemuan jenazah dari rekan-rekan yang berada di sekitar Pantai Air Kuning.

“Sempat dapat informasi dari rekan-rekan di Pantai Air Kuning, disampaikan bahwa penemuan mayat yang ada di pinggir Pantai Air Kuning,” ujar Dewa.

Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Bidokes Polres Jembrana menuju RSU Negara untuk proses penanganan lebih lanjut. Sebelumnya, Marcin diduga terseret arus di Pantai Tembles pada Minggu 30 Agustus 2026 malam. Dugaan itu muncul setelah sepeda motor dan sejumlah barang milik korban ditemukan di sekitar pantai.

Berdasarkan informasi yang diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin 31 Agustus 2026 pukul 05.55 Wita, korban diketahui tiba di Pantai Tembles sekitar pukul 18.00 Wita. Pada laporan awal, korban sempat disebut sebagai warga negara Inggris.

Namun, pada hari kedua operasi SAR, identitas korban terkonfirmasi sebagai warga negara Polandia berdasarkan kartu identitas yang ditemukan. Operasi pencarian kemudian dilakukan Tim SAR Gabungan dengan mengerahkan sejumlah unsur, termasuk SRU laut, SRU darat, dan SRU udara.

Pada hari ketiga, pencarian dimulai pukul 07.00 Wita dengan briefing dan pembagian tugas untuk menentukan pola serta sektor pencarian. Sekitar pukul 07.40 Wita, tim melakukan penyisiran melalui jalur laut menggunakan satu unit rubber boat Basarnas yang diawaki empat personel.

Pencarian melalui jalur laut diarahkan ke barat dari Pantai Tembles sesuai rencana operasi SAR. Upaya tersebut diperluas melalui jalur udara dengan menggunakan drone thermal.

Hingga pukul 10.00 Wita, pencarian dari jalur laut dan udara belum menemukan keberadaan korban. Tim kemudian melanjutkan pencarian pada sore hari dengan menyisir garis pantai ke arah barat dari lokasi kejadian, kembali didukung penggunaan drone thermal.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 17.20 Wita, tim menerima informasi mengenai penemuan jenazah di Pantai Yeh Kuning. Lokasi penemuan berjarak sekitar 7,5 kilometer dari Pantai Tembles.

Operasi SAR tersebut melibatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Samapta Polres Jembrana, Polsek Mendoyo, Bhabinkamtibmas Desa Penyaringan, Babinsa Desa Penyaringan, TNI AL Pos Pengambengan, Batalion C Pelopor Satbrimob Polda Bali, Polair Polres Jembrana, PMI Kabupaten Jembrana, serta masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....