Tekan Risiko Kebakaran, Damkar Denpasar Gencarkan Edukasi ke Masyarakat

  • 01 Sep 2026 15:07 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Cuaca panas dan musim kemarau panjang meningkatkan risiko kebakaran di Kota Denpasar. Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Edukasi dilakukan secara rutin menyasar berbagai kelompok, mulai dari sekolah, masyarakat, kelompok ibu-ibu PKK, hingga para relawan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar , I Made Tirana, mengatakan upaya edukasi menjadi salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus menekan potensi kebakaran.

"Kita sudah sering melaksanakan sosialisasi dan edukasi, baik itu ke sekolah-sekolah, masyarakat, ibu-ibu PKK, maupun para relawan. Sudah rutin kami laksanakan," ujarnya kepada RRI.CO.ID, di Denpasar, Selasa 01 September 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas selama musim kemarau membuat sejumlah wilayah lebih rentan mengalami kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

Ia juga mengingatkan masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, termasuk membuang material yang mudah memicu api di lahan kosong maupun tempat pembuangan sampah. "Mari kita semua, masyarakat khususnya Kota Denpasar, ikut waspada. Jangan membakar sampah sembarangan dan jangan membuang bahan-bahan pemicu api di lahan kosong ataupun tempat-tempat sampah," imbaunya.

Selain pencegahan, masyarakat juga diminta memahami langkah yang harus dilakukan ketika menemukan kebakaran. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tidak panik agar dapat mengambil tindakan secara cepat dan tepat.

Jika terjadi kebakaran, masyarakat dapat segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Jika kondisi memungkinkan dan api masih kecil, masyarakat juga dapat melakukan upaya pemadaman awal dengan cara sederhana, namun tetap memperhatikan keselamatan diri.

"Langkah pertama yaitu tidak panik dulu. Dengan begitu masyarakat bisa berpikir untuk menghubungi Damkar ataupun memastikan dan memadamkan api secara mandiri dengan cara tradisional," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....