Koster Tegaskan Energi Bersih Harus Berjalan Bersama Pemulihan Alam

  • 29 Agt 2026 21:56 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Transisi menuju energi bersih tidak boleh berhenti pada perubahan sumber energi. Kebijakan tersebut harus dibarengi dengan pemulihan ekosistem agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Bali.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong perluasan dan rehabilitasi hutan serta memperbanyak penanaman pohon. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperkuat kemampuan alam dalam menyediakan oksigen.

Hal itu diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Bali Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) di Jayasabha, Denpasar, Jumat 28 Agustus 2026. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pembangunan Bali harus diarahkan agar tidak kembali menimbulkan tekanan terhadap lingkungan melalui polusi.

Upaya menjaga kualitas udara dan lingkungan menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. “Kebijakan tersebut, sejalan dengan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan Bali,” jelasnya.

Koster mengungkapkan, kebijakan Bali dalam mendorong energi bersih dan kemandirian energi mulai mendapat perhatian internasional. Ia menyebut telah mendapat undangan ke London untuk membahas arah kebijakan tersebut.

Menurut Koster, perhatian tersebut menunjukkan bahwa langkah Bali dalam mengembangkan energi bersih memiliki relevansi di tengah perubahan sistem energi dunia. Komitmen penguatan pengelolaan lingkungan juga mendapat dukungan dari Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Bali Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo).

Ketua DPP Pertalindo Bali, I Ketut Gede Dharma Putra, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk berkontribusi dalam pembangunan Bali, khususnya melalui penguatan kapasitas tenaga ahli lingkungan hidup, sertifikasi, laboratorium terakreditasi, serta pengembangan energi bersih. Pertalindo Bali juga akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Konferensi Internasional pada 22 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Shinhwa University dan Universitas Udayana.

Konferensi internasional itu mengangkat tema “Pemanfaatan Energi Bersih di Bali Menuju Net Zero Emission 2045.” Pertalindo Bali mengundang Gubernur Wayan Koster untuk membuka kegiatan sekaligus menjadi keynote speaker.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....