Anggota DPR RI Samuel Wattimena Soroti Pencegahan Kebakaran di Desa Wisata

  • 30 Agt 2026 11:25 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Tabanan - Anggota DPR RI Samuel Wattimena menilai aspek pencegahan perlu menjadi perhatian dalam pengembangan desa wisata, terutama untuk melindungi produk kerajinan dan karya ekonomi kreatif yang dipamerkan di kawasan wisata. Hal tersebut disampaikan Samuel Wattimena kepada RRI.CO.ID saat berada di Nuanu, Tabanan, Bali, Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia menanggapi pentingnya langkah preventif setelah mendapat informasi mengenai persoalan kebakaran yang terjadi di Desa Sade. Samuel mengatakan, Kementerian Pariwisata telah menjadikan Desa Sade sebagai salah satu fokus karena kawasan tersebut merupakan objek unggulan.

Menurutnya, perhatian serupa juga diperlukan terhadap pelaku UMKM yang berada di kawasan tersebut. “Kalau setahu saya, di Kementerian Pariwisata sudah menjadi fokus untuk mereka karena ini adalah objek unggulan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap pelaku UMKM di kawasan tersebut juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Namun, menurut Samuel, aspek pencegahan kebakaran perlu menjadi bahan evaluasi agar keberadaan produk-produk yang dipamerkan di desa wisata dapat terlindungi.

Samuel mengungkapkan, dirinya memperoleh informasi bahwa persoalan kebakaran di kawasan tersebut berkaitan dengan kondisi material yang terdapat di kampung. Karena itu, menurutnya, diperlukan pemikiran preventif, termasuk bagaimana sistem penataan dan penyimpanan produk yang dipamerkan di desa wisata.

“Tapi kalau kemudian saya mendapat info bahwa kebakaran di sini sering terjadi karena permasalahan materi dari kampung itu sendiri, itu memang mungkin yang perlu dipikirkan preventif dari berbagai display produk di sana itu harusnya seperti apa,” ungkapnya.

Samuel mengaku pernah melihat langsung kondisi di Desa Sade. Namun, ia menyebut belum secara khusus mempertanyakan bagaimana sistem pencegahan terhadap risiko kebakaran pada produk-produk yang dipamerkan di kawasan tersebut.

“Saya pribadi sudah pernah lihat di sana, tapi saya pribadi belum pernah mempertanyakan prevention dari desa tersebut terhadap produk-produk yang didisplay seperti apa,” jelasnya.

Menurut Samuel, persoalan tersebut tidak hanya relevan bagi satu desa wisata. Sistem pencegahan dan pengamanan produk kreatif dinilai dapat menjadi perhatian bersama bagi desa wisata lainnya.

Ia menilai dokumentasi atau pengarsipan dasar juga perlu disiapkan sebagai bagian dari pengelolaan desa wisata dan produk kreatif yang ada di dalamnya. “Betul, saya rasa semua desa wisata. Udah pasti arsip dasar harus ada di pusatnya,” pungkas Samuel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....