MPHC HMKM FK Unud Dorong Generasi Muda Peduli Perbaikan Gizi Masyarakat

  • 27 Agt 2026 09:05 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana atau HMKM FK Unud kembali menyelenggarakan Miracle Public Health Competition atau MPHC. Kompetisi ilmiah tahunan ini menjadi wadah bagi siswa dan mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat, khususnya terkait perbaikan gizi.

Steering Committee MPHC, Putri Utari, kepada RRI.CO.ID, Jumat, 21 Agustus 2026 mengatakan MPHC merupakan program kerja tahunan HMKM FK Unud yang berada di bawah bidang Nalarastuk atau Penalaran Keilmuan dan Kajian Strategis. Menurutnya, MPHC tahun ini menghadirkan lima cabang kompetisi, yakni debat siswa, esai ilmiah populer mahasiswa, esai ilmiah populer siswa, poster publik mahasiswa, serta video edukasi mahasiswa yang terbuka bagi peserta dari seluruh Indonesia.

“MPHC itu sendiri sebenarnya adalah salah satu program kerja tahunan di HMKM FK Unud yang dibawahi oleh bidang Nalarastuk atau Penalaran Keilmuan dan Kastrat. Jadi ini merupakan program kerja berupa kompetisi perlombaan keilmiahan,” ujar Putri.

Sebelum pelaksanaan kompetisi, panitia juga menggelar roadshow ke sejumlah sekolah untuk memperkenalkan MPHC kepada calon peserta. Kegiatan tersebut dilakukan secara luring di beberapa sekolah di Bali dan secara daring untuk sekolah di luar Bali. Putri menjelaskan, roadshow tersebut menjadi bagian dari strategi panitia untuk mengenalkan rangkaian kegiatan, cabang perlombaan, biaya registrasi, serta sasaran peserta MPHC. Tahun ini, seluruh rangkaian kompetisi diikuti sebanyak 91 peserta.

“Roadshow itu kami cuma memperkenalkan MPHC ini. Jadi kita ngasih tahu kalau di MPHC itu ngapain aja, kemudian biaya registrasinya berapa, lalu sasaran kami ke mana aja,” ungkapnya.

Ia mengatakan, peserta MPHC tahun ini terdiri atas delapan tim debat, 23 tim esai ilmiah populer mahasiswa, 26 tim esai ilmiah populer siswa, 28 tim poster publik, dan enam tim video edukasi. Putri menuturkan, penyelenggaraan MPHC tahun ini mengangkat tema “Strategi Pencegahan Penyakit melalui Pengelolaan Pangan dan Perbaikan Kualitas Gizi dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat”.

Menurutnya, tema tersebut dipilih sejalan dengan perhatian terhadap upaya peningkatan gizi masyarakat, termasuk persoalan stunting dan kekurangan gizi. “Tujuan utamanya adalah sebenarnya masyarakat itu, terutama para siswa dan mahasiswa, itu lebih aware atau lebih tahu bagaimana strategi untuk bisa mendukung upaya perbaikan gizi di masyarakat,” jelas Putri.

Ia berharap, melalui kompetisi tersebut, peserta tidak hanya mampu menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai persoalan kesehatan masyarakat dan dapat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dalam persiapannya, panitia juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam memenuhi target peserta pada salah satu cabang lomba.

Putri mengatakan, kompetisi video edukasi menjadi cabang yang paling membutuhkan upaya promosi lebih intensif. “Kalau dari pandangan saya sendiri sebagai steering committee, tantangannya kalau kami di awal itu adalah mencari pesertanya. Ada salah satu cabang lomba yang sedikit sulit untuk mencari peserta, yaitu di cabang lomba video edukasi,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, panitia meningkatkan promosi MPHC hingga jumlah peserta pada cabang video edukasi akhirnya memenuhi target yang telah ditetapkan. Sementara itu, rangkaian puncak MPHC dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama diisi dengan presentasi karya para finalis, dilanjutkan city tour pada hari kedua, dan ditutup dengan awarding pada hari ketiga.

Putri berharap, seluruh peserta dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti MPHC untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kesehatan masyarakat, khususnya mengenai perbaikan gizi. “Semoga dari MPHC ini teman-teman peserta bisa jadi lebih tahu, bisa jadi lebih aware tentang masalah kesehatan masyarakat, terutama di bagian perbaikan gizi,” pungkasnya.

Ia juga berharap peserta dapat ikut mengenalkan MPHC kepada lingkungan sekitar serta menyebarluaskan dan menerapkan strategi yang dapat mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....