Pembelajaran Jarak Jauh Strategi Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah

  • 26 Agt 2026 12:15 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Berbagai program digelontorkan Pemerintah untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. Salah satunya akses pendidikan bagi anak – anak dari keluarga kurang mampu. Hal itu sekaligus untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang unggul berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Program pendidikan tersebut bahkan disambut baik praktisi maupun pengamat pendidikan yang menilai pendidikan menjadi hak asasi yang harus diterima masyarakat tanpa terkecuali. Praktisi Pendidikan sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pendidikan Nasional Dr. Ni Wayan Widhiastini kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, program pendidikan bagi anak – anak kurang mampu maupun anak putus sekolah harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan hingga permasalahan sosial siswa bersangkutan.

Menurutnya, Pembelajaran Jarak Jauh menjadi salah satu program yang bisa diterapkan untuk anak – anak dari keluarga kurang mampu karena akan lebih efektif dan fleksibel. Widhiastini menjelaskan, dengan PJJ, peserta didik dapat menyeimbangkan waktu belajar tanpa kehilangan kesempatan membantu perekonomian keluarga.

Selain itu, dari efisiensi biaya akan mengurangi beban pengeluaran harian seperti ongkos transportasi dan uang saku ke sekolah. Pembelajaran Jarak Jauh juga memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak di wilayah pinggiran maupun yang terkendala masalah ekonomi.

“Program Pembelajaran Jarak Jauh menjadi strategi akses pendidikan bagi anak – anak dari keluarga kurang mampu maupun anak putus sekolah. Pembelajaran ini efektif dan fleksibel menyeimbangkan waktu belajar siswa tanpa kehilangan kesempatan membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Widhiastini mengungkapkan, Undiknas telah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, agar mereka tetap bisa membatu ekonomi keluarga tanpa kehilangan hak atas pendidikan. Ia tidak memungkiri, PJJ juga tidak terlepas dari sejumlah tantangan salah satunya infrastruktur digital.

“Sistem PJJ biasanya melalui kelas virtual dan pembelajaran mandiri dengan memanfaatkan modul digital, diskusi, penguatatan karakter, bimbingan hingga evaluasi berkala. Undiknas telah memberlakukan program Pendidikan Jarak Jauh untuk dua program studi dengan kuota 100 mahasiswa.

Program Pembelajaran Jarak Jauh – PJJ melalui pendekatan yang tepat dinilai mampu memutus rantai putus sekolah. Namun program ini tidak terlepas risiko penurunan kemampuan akademik dan ketimpangan jika fasilitas digital tidak merata.

Karena itu, efektivitas program ini bergantung pada ketersediaan infrastruktur digital, modul cetak bagi wilayah yang belum terjangkau internet dan penyederhanaan kurikulum pendidikan yang difokuskan pada kompetensi esensial menekan risiko learning loss.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....