Pertanian Modern di Bali Terkendala Modal Besar
- 26 Agt 2026 11:36 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pengembangan pertanian modern di Bali terkendala kebutuhan modal yang besar. Penerapan teknologi seperti greenhouse dan hidroponik membutuhkan biaya hingga ratusan juta rupiah.
Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Amerta Giri Lesung sekaligus Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Buleleng, I Kadek Agus Indrawan mengatakan, pertanian modern mulai banyak diminati masyarakat. Namun, kebutuhan modal menjadi salah satu kendala dalam pengembangannya.
“Memang itu sedang booming, tapi masih ada juga beberapa yang menghambatkan karena harus misalnya kita membuat greenhouse itu kan bisa pertanian modern dan berbeda-beda hidroponik,” ujar I Kadek Agus Indrawan.
Agus menjelaskan, pembuatan greenhouse maupun instalasi hidroponik membutuhkan modal yang cukup besar dan dapat mencapai ratusan juta rupiah. Selain modal, keterbatasan kepemilikan lahan juga menjadi kendala dalam pengembangan pertanian modern di Bali.
“Karena permodalan pembuatan greenhouse atau instalasi hidroponik itu lumayan, bisa ratusan juta. Untuk mungkin ada juga beberapa itu dari kepemilikan lahan yang terbatas,” ujarnya.
Ia mengatakan, hidroponik skala rumah tangga masih dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Namun, pengembangan dalam skala usaha membutuhkan modal dan lahan yang lebih besar.
Agus berharap akses permodalan bagi petani dapat lebih mudah. Dukungan tersebut diperlukan agar pertanian modern di Bali dapat berkembang dan semakin banyak generasi muda tertarik menekuni sektor pertanian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....