Maulid Nabi Momentum Memperkuat Persaudaraan dan Memuliakan Kemanusiaan
- 26 Agt 2026 06:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut sejalan dengan tema “Merajut Persaudaraan, Memuliakan Kemanusiaan” yang mengajak masyarakat memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
Penyuluh Agama Islam Ahli Madya Kemenag Kota Denpasar, Hj. Titin Herawati, SE, MPd, mengatakan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Menurutnya, peringatan tersebut harus mendorong umat untuk meneladani akhlak Rasulullah, termasuk dalam memperlakukan sesama manusia.
“Maulid Nabi bukan sekadar mengenang tanggal kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita. Rasulullah bukan hanya mengajarkan agama, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan dan mengajarkan bagaimana manusia memperlakukan manusia lainnya,” ujar Hj. Titin.
Hj. Titin menjelaskan, Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan dalam membangun persaudaraan di tengah perbedaan. Nilai tersebut antara lain tercermin dari kehidupan Rasulullah di Madinah yang mengajarkan pentingnya saling mengenal, menghormati, dan menjaga hubungan antarmanusia.
Semangat persaudaraan juga dinilai semakin penting diterapkan generasi muda di tengah maraknya informasi provokatif dan ujaran kebencian di ruang digital. Masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, baik melalui ucapan, pesan maupun komentar di media sosial.
“Persaudaraan itu dimulai dari hal-hal sederhana, seperti dari rumah, kemudian kepada tetangga dengan menyapa, menghormati dan tidak mengganggu ketenangan. Kalau unit-unit terkecil ini sudah membangun persaudaraan, Insya Allah akan terwujud persaudaraan dalam lingkungan yang lebih luas,” kata Hj. Titin.
Kementerian Agama juga mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk melakukan tindakan nyata dalam memuliakan sesama. Generasi muda khususnya diharapkan menerapkan sikap tabayun, menjaga lisan, serta memastikan informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan fitnah maupun menyakiti orang lain.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat. Semangat merajut persaudaraan dan memuliakan kemanusiaan diharapkan terus tumbuh dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....