Merawat Harmoni Bali Melalui Teladan Rasulullah
- 27 Agt 2026 08:47 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang yang diajarkan Nabi menjadi teladan utama yang harus diterapkan secara nyata.
Guru Agama Islam SMAS Kristen Harapan, Farhan Muhaimin, kepada RRI.CO.ID, Senin, 24 Agustus 2026 menegaskan bahwa esensi utama dari peringatan Maulid Nabi adalah wujud rasa syukur serta pengamalan ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari. “Maulid Nabi itu bukan melulu tentang meriah atau seremonial, tetapi bagaimana kita memaknai sosok Rasulullah dalam berkehidupan, bersosial, hingga bernegara. Rasulullah mengajarkan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Ketika beliau dihujat saat berdakwah di Thaif, beliau justru mendoakan kebaikan bagi mereka,” ujarnya.
Farhan mencontohkan teladan kepedulian sosial Rasulullah yang senantiasa menyuapi seorang nenek tua buta di pasar, meskipun nenek tersebut berulang kali mencaci maki. Sikap keluhuran budi ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kasih sayang tanpa memandang latar belakang.
Selain akhlak personal, Farhan menyoroti pentingnya menerapkan teladan Rasulullah dalam merawat toleransi dan kerukunan antarumat beragama, khususnya di tengah kehidupan masyarakat Bali yang majemuk. “Saat berhijrah ke Madinah yang masyarakatnya sangat majemuk, Rasulullah tidak semena-mena, melainkan memberi ruang dan menjamin perlindungan bagi warga non-Muslim. Nilai ini sangat relevan di Bali. Ketika kita hidup berdampingan dengan umat Hindu, Kristen, dan lainnya, ada kewajiban untuk saling menjaga sebagaimana yang diajarkan Rasulullah,” tegas Farhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....