PLN UP2D Bali dan Diskarmat Denpasar Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Kebakaran

  • 21 Agt 2026 13:28 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Risiko kebakaran di fasilitas kelistrikan tak bisa ditangani hanya setelah api muncul. Pencegahan, pengenalan potensi bahaya, hingga kesiapan personel menghadapi keadaan darurat menjadi kunci untuk melindungi aset sekaligus menjaga layanan listrik tetap andal.

Hal itu menjadi fokus sinergi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kota Denpasar melalui sharing session pencegahan dan penanggulangan kebakaran di Kantor Diskarmat Kota Denpasar, Rabu 19 Agustus 2026. Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra mengatakan mitigasi kebakaran tidak hanya berkaitan dengan perlindungan personel dan aset, tetapi juga keberlangsungan pengaturan sistem distribusi listrik yang melayani masyarakat Bali.

“Keselamatan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional. Kami ingin memastikan risiko dapat dikenali dan dicegah sedini mungkin serta seluruh personel siap menghadapi keadaan darurat. Sinergi bersama Diskarmat ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan sekaligus kontinuitas pelayanan listrik kepada masyarakat,” ujar Petrus.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Diskarmat Kota Denpasar, Ni Luh Gede Sunarti menjelaskan pentingnya survei dan pengenalan lingkungan sebelum simulasi kebakaran dilakukan. Langkah itu diperlukan untuk memastikan akses kendaraan pemadam, karakteristik bangunan, serta skenario penanganan dapat diuji sesuai kondisi nyata di lapangan.

“Pencegahan dimulai dengan mengenali potensi bahaya. Sebelum simulasi dilakukan, perlu ada survei dan pengenalan lingkungan sehingga skenario yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan latihan yang tepat, penghuni gedung maupun petugas akan lebih siap ketika menghadapi keadaan darurat,” kata Sunarti.

Diskarmat Denpasar juga membuka peluang kolaborasi untuk melakukan inspeksi terhadap sistem proteksi kebakaran (fire protection system) di fasilitas PLN. Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi dasar rekomendasi perbaikan maupun penguatan sistem keselamatan.

Edukasi dalam kegiatan tersebut juga menyoroti sejumlah risiko yang kerap luput dari perhatian. Salah satunya adalah perawatan alat pemadam api ringan (APAR) jenis serbuk kimia kering (dry chemical powder).

Dalam sesi edukasi disampaikan, tabung APAR perlu dirawat secara berkala, antara lain dengan membolak-balik tabung sekitar dua bulan sekali untuk membantu mencegah serbuk di dalamnya menggumpal atau memadat. Potensi kebakaran juga dapat muncul dari gangguan yang terlihat sederhana, seperti kabel listrik yang digigit tikus.

Kerusakan pada lapisan pelindung kabel dapat meningkatkan risiko gangguan listrik dan panas berlebih yang dalam kondisi tertentu berpotensi memicu kebakaran. Karena itu, pengendalian hama turut menjadi bagian dari langkah pencegahan di fasilitas kelistrikan.

Selain edukasi, Diskarmat Denpasar menyampaikan informasi mengenai layanan pemadam kebakaran yang dapat dihubungi selama 24 jam. Saat ini, terdapat empat pos Diskarmat di Kota Denpasar, yakni Pos Induk di Jalan Imam Bonjol, Pos 1 di kawasan Renon, Pos 2 di kawasan Merpati, Jalan Mahendradatta, dan Pos 3 di Terminal Ubung.

Dua pos tambahan sedang dikembangkan di wilayah Serangan dan Sekar Tanjung. Pos Induk dan Pos 1 menjadi dua lokasi yang berada paling dekat dengan Kantor PLN UP2D Bali.

Diskarmat juga menyebut waktu tanggap petugas sekitar sembilan menit. Sebagai tindak lanjut, PLN UP2D Bali mendorong pelaksanaan inspeksi sistem proteksi kebakaran, survei akses kendaraan pemadam, penguatan pengendalian hama, serta penyusunan simulasi keadaan darurat bersama Diskarmat Denpasar.

Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memastikan fasilitas operasional dan personel selalu siap menghadapi kondisi darurat. Keandalan listrik, pada akhirnya, tidak hanya ditentukan oleh jaringan distribusi, tetapi juga oleh keamanan fasilitas dan kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....