Kapolda Bali Tegaskan Benteng Ideologi Personel Hadapi Radikalisme
- 21 Agt 2026 10:07 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Penguatan ketahanan ideologi dinilai menjadi langkah penting bagi personel Polri dalam menghadapi ancaman radikalisme dan ekstremisme yang terus berkembang. Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya menegaskan, setiap personel harus memiliki pemahaman ideologi dan karakter yang kuat sebagai bekal menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Seminar Penguatan Ketahanan Ideologi dan Pencegahan Paham Radikal bagi Pegawai Negeri pada Polri Polda Bali di Gedung Presisi Polda Bali, Kamis, 20 Agustus 2026. Seminar berlangsung secara hybrid dan diikuti PJU serta personel Polda Bali.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari BNPT, Densus 88 Antiteror Polri, Universitas Udayana, FKUB Provinsi Bali, serta mantan anggota Polri yang pernah terpapar paham radikalisme. Kapolda Bali mengatakan ancaman radikalisme saat ini tidak selalu muncul secara terbuka, tetapi dapat berkembang melalui teknologi informasi dan media sosial.
“Paham radikal dapat tumbuh perlahan, dimulai dari cara pandang yang tertutup terhadap perbedaan hingga pembenaran terhadap kekerasan,” tegas Daniel Adityajaya.
Menurut Kapolda Bali, penyebaran paham intoleransi, eksklusivisme dan radikalisme semakin cepat serta dapat menyasar berbagai kelompok masyarakat. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh personel Polri karena anggota memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebelum menghadapi berbagai ancaman di tengah masyarakat, personel Polri dinilai harus memiliki ketahanan ideologi dan karakter yang kuat. Kapolda Bali juga mengingatkan pentingnya sikap terbuka dan toleran dalam kehidupan bermasyarakat.
“Sebelum menjaga masyarakat dari berbagai ancaman, kita harus memastikan personel Polri memiliki benteng ideologi dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Keberagaman dinilai bukan sumber perpecahan, melainkan kekuatan dalam menjaga keamanan dan keharmonisan Bali. Karena itu, pemahaman mengenai toleransi, kebangsaan dan pencegahan paham radikal perlu terus diperkuat di lingkungan Polri.
Seminar menghadirkan Brigjen Pol Iwan Ristiyanto dari BNPT, Kombes Pol Antonius Agus Rahmanto dari Densus 88 Antiteror Polri, Dr. Ni Nyoman Dewi Pascarani dari Universitas Udayana, H. Samul Hadi dari FKUB Provinsi Bali, serta Muhammad Sofyan Tsauri. Para narasumber memberikan pemahaman mengenai ancaman radikalisme, pencegahan ekstremisme, penguatan toleransi serta pengalaman menghadapi paparan paham radikal.
Kapolda Bali mengapresiasi Biro SDM Polda Bali dan seluruh narasumber atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Peserta diminta tidak menjadikan seminar hanya sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas.
Usai membuka seminar, Kapolda Bali menyerahkan penghargaan kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam penguatan ketahanan ideologi personel Polri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi bersama peserta.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Bali menegaskan komitmennya membangun personel yang profesional, berintegritas dan tangguh secara ideologi. Personel Polri diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga Pancasila, persatuan dan keharmonisan masyarakat Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....