Jembatan Penghubung Baru Bandara Ngurah Rai Pangkas Waktu Transfer Jadi 15 Menit

  • 19 Agt 2026 08:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Mangupura – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menyiapkan fasilitas baru berupa Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik. Fasilitas ini ditujukan untuk memudahkan penumpang yang melakukan transfer penerbangan dari terminal internasional ke domestik maupun sebaliknya.

Kehadiran jembatan penghubung tersebut juga ditargetkan dapat memangkas waktu proses transfer antarterminal secara signifikan. Jika sebelumnya proses transfer membutuhkan waktu hingga lebih dari satu jam, nantinya waktu transfer penumpang diproyeksikan hanya sekitar 15 menit.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan fasilitas baru tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara. Jembatan penghubung tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 17 Agustus 2026 bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Dengan bangga kami menghadirkan fasilitas terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, yang tentunya akan semakin meningkatkan kualitas layanan serta pengalaman pelanggan. Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik ini kami proyeksikan beroperasi pada 17 Agustus esok, serta menjadi kado persembahan bagi seluruh pengguna jasa bandara dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia,” ujar Nugroho Jati.

Nugroho menjelaskan, pada tahap awal fasilitas tersebut baru dapat digunakan oleh penumpang transfer dari sejumlah maskapai tertentu. Penggunaan fasilitas akan diperluas secara bertahap agar nantinya dapat melayani seluruh penumpang transfer di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

“Di tahap awal ini, fasilitas ini dapat diakses oleh penumpang transfer beberapa maskapai tertentu, yang ke depannya ditargetkan akan terus bertambah sehingga akan dapat melayani seluruh penumpang transfer. Kami berharap fasilitas ini akan semakin menghadirkan seamless journey, utamanya bagi penumpang transfer untuk rute internasional ke domestik dan sebaliknya,” lanjut Nugroho Jati.

Sebelumnya, penumpang yang melakukan transfer antara terminal domestik dan internasional masih menggunakan alur terminal yang tersedia. Proses tersebut belum terintegrasi secara langsung sehingga waktu yang dibutuhkan untuk transfer penumpang dan bagasi relatif lebih lama.

Rata-rata proses transfer dari terminal kedatangan internasional menuju keberangkatan domestik membutuhkan waktu 90 menit untuk penumpang dan 150 menit untuk bagasi. Sedangkan dari terminal kedatangan domestik menuju keberangkatan internasional membutuhkan waktu rata-rata 70 menit untuk penumpang dan 120 menit untuk bagasi.

Dengan adanya jembatan penghubung, proses transfer akan dilakukan melalui infrastruktur yang terkoneksi antarterminal. Efisiensi tersebut juga didukung oleh koordinasi antara maskapai penerbangan, ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina.

“Melalui jembatan penghubung ini, diproyeksikan akan memangkas durasi waktu proses menjadi lebih efisien berkat infrastruktur yang terkoneksi, serta atas dukungan dari maskapai penerbangan, ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina. Waktu proses transfer untuk penumpang antar terminal diproyeksikan menjadi kurang lebih 15 menit, serta 45 menit untuk proses bagasi,” lanjut Nugroho Jati.

Selain memangkas waktu, fasilitas tersebut juga memberikan kemudahan karena penumpang tidak perlu keluar dari terminal saat melakukan transfer. Penumpang juga tidak perlu melakukan check-in ulang maupun membawa bagasi saat berpindah antarterminal.

“Tentunya hal ini akan memberi dampak positif terhadap kenyamanan penumpang, karena durasi waktu proses yang lebih singkat, serta proses transfer antar terminal yang lebih efisien karena penumpang tidak perlu keluar terminal, tidak perlu melakukan check-in ulang, serta tidak perlu keluar masuk antar terminal dengan membawa bagasi,” ujar Nugroho Jati melanjutkan.

Saat ini, Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali masih melakukan tahap finalisasi fasilitas tersebut. Pekerjaan meliputi penyelesaian infrastruktur fisik dan interior, penyesuaian signage informasi di terminal, pemenuhan regulasi dan dokumen, serta koordinasi akhir dengan pemangku kepentingan terkait.

“Di tengah proses finalisasi tahap akhir ini, kami berupaya untuk seluruh proses akan selesai tepat waktu, sehingga dapat menjadi kado manis persembahan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dalam momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” pungkas Nugroho Jati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....