Awal Agustus 2026, Belasan Gempa Guncang Bali namun Tidak Dirasakan Masyarakat

  • 16 Agt 2026 09:21 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pasca diguncang puluhan Gempabumi pada akhir Juli 2026, wilayah Bali dan sekitarnya kembali dilanda gempa bumi pada periode minggu pertama bulan Agustus ini. Stasiun Geofisika Denpasar mencatat telah terjadi 16 kejadian gempabumi yang didominasi gempa dangkal.

Ahli Pertama Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, belasan gempa bumi yang mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya itu sebagian besar merupakan gempa dangkal dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.8 sampai M 4.7. Ia menjelaskan, kejadian gempabumi dengan magnitudo kurang dari 3 sebanyak 13 kejadian atau 81 persen dari total kejadian gempabumi. Sedangkan gempa bumi dengan mangnitudo 3 hingga kurang dari 5 sebanyak 3 kejadian atau 18 persen dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat kejadian gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5.

“Belasan gempabumi kembali mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang periode minggu pertama bulan Agustus 2026. Namun tidak dirasakan masyarakat Bali karena gempa yang terjadi didominasi gempa dangkal,” ujarnya.

Sementara, berdasarkan kedalaman gempa, Muhammad Azany Harits mengungkapkan, kejadian gempabumi kurang dari 60 km sebesar 62 persen dari total kejadian gempabumi. Ia menjelaskan, gempabumi dangkal sebanyak 10 kejadian, terdapat 6 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 37 persen dari total kejadian gempabumi, dan nihil kejadian gempa dengan kedalaman lebih dari 300 km.

“Berdasarkan kedalaman gempa, tercatat didominasi gempa kurang dari 60 km dan tidak terdapat kejadian gempa dalam lebih dari 300 km,” tuturnya.

Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar selama minggu pertama bulan Agustus 2026, di daerah Bali dan sekitarnya telah terjadi 16 kejadian gempabumi. Selama periode ini, gempabumi yang terjadi tercatat 11 kejadian gempabumi melanda selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 5 kejadian gempabumi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif.

Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di Bali dan wilayah sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....