Wakapolda Bali Hadiri Paripurna Hari Jadi Bali ke-68

  • 16 Agt 2026 09:29 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Wakapolda Bali Brigjen Pol I Made Astawa menghadiri Rapat Paripurna ke-47 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Jumat, 14 Agustus 2026. Rapat paripurna tersebut dirangkaikan dengan Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Bali.

Rapat Paripurna menjadi momentum untuk mengenang perjalanan 68 tahun Provinsi Bali sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Kegiatan turut dihadiri Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta sejumlah instansi terkait.

Dalam pembukaan sidang, Ketua DPRD Provinsi Bali menyampaikan Hari Jadi ke-68 bukan sekadar kegiatan seremonial. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sejarah pembangunan sekaligus memberikan penghormatan kepada para pendahulu dan seluruh pihak yang telah mengabdikan diri bagi Bali.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali hendaknya menjadi momentum untuk menyatukan tekad dan semangat, hidup harmonis, bersatu, saling menghargai, serta mempererat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan kewajiban,” demikian pesan yang disampaikan dalam sidang tersebut.

Dalam pidato Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Gubernur Bali memaparkan arah pembangunan Bali ke depan yang berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Pembangunan tersebut diarahkan untuk menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Arah pembangunan juga diperkuat melalui Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 yang berlandaskan nilai-nilai Sad Kerthi. Pada periode 2025–2030, pembangunan Bali difokuskan pada enam bidang prioritas, mulai dari adat, agama, tradisi, seni dan budaya, kesehatan dan pendidikan, ekonomi, infrastruktur dan transportasi, lingkungan dan energi, hingga Bali Pulau Digital dan keamanan Bali melalui SIPANDU BERADAT.

Pemerintah Provinsi Bali juga terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan strategis, termasuk sampah, kemacetan, alih fungsi lahan, kerusakan ekosistem, ketimpangan pembangunan, transportasi, akomodasi pariwisata, serta penertiban wisatawan asing yang melanggar ketentuan. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Imigrasi, Desa Adat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan semangat kebersamaan, seluruh unsur diharapkan mampu menjaga Bali tidak hanya sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga sebagai tanah yang memiliki kekayaan adat, tradisi, budaya, spiritualitas, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun,” demikian pesan dalam rangkaian peringatan tersebut.

Kehadiran Wakapolda Bali mencerminkan komitmen Polda Bali dalam memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Bali, DPRD, TNI, Forkopimda, Desa Adat, dan masyarakat. Sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai salah satu fondasi pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi seluruh komponen masyarakat. Semangat tersebut diharapkan mampu menjaga warisan budaya, menjawab berbagai tantangan pembangunan, serta mewujudkan Bali yang aman, maju, sejahtera, berbudaya, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....