Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Masyarakat Desa Adat Ekasari
- 15 Agt 2026 14:36 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana — Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri puncak Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari, Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Kamis 13 Agustus 2026 malam. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta melakukan penandatanganan prasasti karya yang disaksikan Ida Pedanda Kawi Sunia, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Perbekel, Bendesa, serta krama Desa Adat Ekasari.
Giri Prasta mengajak seluruh krama Desa Adat Ekasari untuk senantiasa guyub dalam menjalankan swadharma agama dan adat serta menjaga kelestarian seni dan budaya Bali. Menurutnya, kemajuan desa adat harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan akar adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali.
“Desa Adat Ekasari boleh maju, tetapi dengan kemajuan Desa Adat ini jangan sampai menggerus akar adat dan budaya Bali,” tegas Giri Prasta.
Ia juga mengapresiasi krama Desa Adat Ekasari yang telah melaksanakan Karya Agung tersebut dengan penuh gotong royong. “Titiang nyaksi, ida dane krama sami sampun ngemargiang pemargi Karya Agung puniki. Astungkara memargi antar, sida-sidaning don lan nemu labda karya,” ujar Giri Prasta sembari menghaturkan punia sebesar Rp25 juta kepada Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta.
Apresiasi Sekaa Seni
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian seni dan budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Giri Prasta juga memberikan dana motivasi masing-masing sebesar Rp5 juta kepada empat sekaa seni. Keempat sekaa tersebut yakni Sekaa Baleganjur, Sekaa Tari Rejang Dewa, Sekaa Gong Kebyar Sadnyasari, dan Sekaa Gong Kebyar Adnyasari.
“Matur suksma Bapak Wakil Gubernur Bali,” ucap perwakilan sekaa sembari berfoto bersama.
Di akhir sambrama wacananya, Giri Prasta kembali mengingatkan para tokoh masyarakat dan krama adat untuk menjaga adat istiadat, tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal Bali. Ajakan tersebut disambut antusias masyarakat. Saat Giri Prasta bertanya apakah masyarakat sepakat menjaga akar adat dan budaya Bali di tengah kemajuan desa, krama yang hadir serentak menjawab setuju.
Dorong Taman Gumi Banten
Selain bidang adat dan budaya, Giri Prasta juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi desa adat melalui pelestarian Taman Gumi Banten. Ia mengajak masyarakat secara bergotong royong mengembangkan dan melestarikan tanaman yang menjadi kebutuhan upakara adat dan agama Hindu.
Dengan demikian, kebutuhan sarana upakara diharapkan dapat dipenuhi dari wilayah desa adat sendiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar. “Saya sudah berbicara dengan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana agar mengajak masyarakat melestarikan Taman Gumi Banten. Saat ada upacara, semua bahan upakara seperti busung bisa kita datangkan dari taman ini langsung, agar Kabupaten Jembrana berdikari secara ekonomi,” jelasnya.
Karya Dipersiapkan Sejak Mei
Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta, melaporkan bahwa persiapan Karya Agung telah dilakukan sejak 31 Mei 2026. Menurutnya, karya tersebut merupakan rangkaian upacara yang digelar selama 30 tahun. Sebelum pelaksanaan Karya Agung, krama Desa Adat Ekasari juga mendapat dukungan melalui program Giri Prasta saat menjabat Bupati Badung pada 2024, khususnya dalam pembangunan atau revitalisasi pura.
“Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali atas bantuannya, demogi Ida Bhatara mapaice kerahayuan. Saking sayangnya Bapak Nyoman Giri Prasta ring Krama Desa Adat Ekasari, malam ini beliau meluangkan waktunya menghadiri uleman puncak karya ini. Sekali lagi matur suksma,” ujar Kadek Darta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....