Desa Sumerta Kelod Sulap Moci Penyemprot Tanaman Jadi Damkar Mini
- 15 Agt 2026 11:01 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Mengantisipasi kebakaran skala kecil sekaligus mempercepat penanganan bencana, Desa Sumerta Kelod, Denpasar, memodifikasi kendaraan moci atau cikar yang sebelumnya digunakan untuk menyemprot tanaman menjadi kendaraan pemadam kebakaran (damkar) mini.
Kendaraan berkapasitas sekitar 650 liter air tersebut disiapkan untuk melakukan penanganan awal sebelum armada pemadam kebakaran Kota Denpasar tiba di lokasi kejadian. Inovasi ini diharapkan mampu menekan risiko meluasnya kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki akses jalan sempit.
Perbekel Desa Sumerta Kelod I Gusti Ketut Anom Suardana mengatakan, inovasi tersebut berawal dari pemetaan potensi kerawanan bencana di wilayahnya. Desa Sumerta Kelod yang berada di kawasan pusat perkantoran Provinsi Bali memiliki sejumlah potensi bencana, mulai dari pohon tumbang hingga banjir.
“Kita pertama membentuk relawan, khususnya tim siaga bencana untuk mengatasi pohon tumbang dan banjir,” ujar Anom, Jumat 14 Agustus 2026.
Menurutnya, seiring berjalannya waktu, kejadian kebakaran juga cukup sering ditemukan di wilayah tersebut. Kebakaran antara lain dipicu pembakaran sampah, keberadaan sampah liar, hingga tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa memanfaatkan kendaraan moci penyemprot tanaman untuk difungsikan sebagai kendaraan penanganan kebakaran. Dengan modifikasi tersebut, kendaraan dapat digunakan untuk melakukan pemadaman awal sambil menunggu armada damkar tiba.
Tangki kendaraan memiliki kapasitas sekitar 650 liter. Untuk pengisian air, kendaraan dapat mengambil pasokan dari Kantor Desa Sumerta Kelod. Selain itu, terdapat sumber air di kawasan Badak Agung yang dapat dimanfaatkan melalui koordinasi dengan PDAM.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar I Made Triana mengapresiasi inovasi yang dilakukan Desa Sumerta Kelod. Menurutnya, kendaraan tersebut dapat membantu memberikan pelayanan awal kepada masyarakat, terutama di lokasi yang sulit dijangkau armada pemadam berukuran besar.
“Tujuannya memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk tahap awal, terutama yang aksesnya kecil-kecil,” kata Triana.
Keberadaan damkar mini tersebut diharapkan mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi. Penyemprotan dan upaya pemadaman dapat dilakukan lebih awal sebelum petugas dan armada damkar tiba di lokasi.
Dengan penanganan cepat, potensi kebakaran meluas dapat ditekan. Risiko terhadap keselamatan warga serta kerugian akibat kebakaran juga diharapkan dapat diminimalkan.
Selain inovasi di tingkat desa, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar juga terus menindaklanjuti rencana distribusi mobil pemadam berukuran mini ke masing-masing kecamatan.
Triana mengatakan, rencana tersebut telah diwacanakan sejak 2024. Kendaraan damkar berukuran kecil itu merupakan hibah dari Pemerintah Denmark kepada pemerintah Indonesia.
Pihaknya terus berkoordinasi agar hibah tersebut dapat segera diteruskan kepada Pemerintah Kota Denpasar. Sejumlah persyaratan juga telah dilengkapi, termasuk kesepakatan dari pemerintah kota dan Wali Kota Denpasar serta data relawan yang telah dibentuk.
Saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar telah memiliki sekitar 200 relawan yang mendapatkan pelatihan. Para relawan tersebut disiapkan untuk melakukan penanganan awal kebakaran sekaligus membantu petugas pemadam kebakaran di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....