Water Cannon Polisi Sasar Warga Kekeringan Melaya
- 16 Agt 2026 09:52 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Berbeda dari fungsi utamanya yang biasa digunakan untuk menghalau massa saat aksi demonstrasi, kendaraan taktis Water Cannon milik kepolisian justru hadir membawa kebaikan bagi warga di Kabupaten Jembrana, Bali. Mobil lapis baja tersebut diturunkan langsung untuk menembus kawasan pemukiman warga yang tengah mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.
Aksi kemanusiaan ini digalang oleh personel Polsek Melaya bersama jajaran Brimob Batalyon C Pelopor Gilimanuk. Petugas bergerak menyusuri rumah ke rumah (door to door) di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, guna menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat setempat.
Mobil Water Cannon berkapasitas 5.000 liter tersebut dikerahkan untuk mengatasi kelangkaan air yang berdampak pada lebih dari 30 Kepala Keluarga (KK) di Banjar Tunas Mekar, Desa Manistutu. Banyaknya warga yang membutuhkan air membuat petugas harus bolak-balik hingga enam kali angkut, mengalirkan total puluhan ribu liter air bersih demi memenuhi kebutuhan dasar warga.
Selama sekitar dua minggu terakhir, warga Desa Manistutu mengaku sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak. Sebagian warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon, sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, mereka bergantung pada air sungai yang lokasinya cukup jauh.
Salah seorang warga Banjar Tunas Mekar, Ni Wayan Lepu, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diguyurkan oleh jajaran kepolisian tersebut. "Sudah dua minggu krisis air. Selama ini saya keliling mencari air bersih, minta ke tetangga yang punya sumur atau ke pabrik dekat sini. Bantuan air ini sangat membantu untuk kebutuhan minum dan memasak," ujar Ni Wayan Lepu di lokasi penyerahan bantuan, Rabu 12 Agustus 2026.
Sementara itu, Anggota Brimob Batalyon C Pelopor Gilimanuk, Aipda Fadilah Andi Laga, menjelaskan bahwa pengerahan armada Water Cannon ini dilakukan merespons cepat laporan masyarakat mengenai dampak kekeringan yang meluas di wilayah Melaya. "Kami mendapat laporan dari Polsek Melaya bahwa Desa Manistutu terdampak kekeringan. Kami langsung bergerak menyalurkan hingga total 30 ribu liter air bersih kepada kurang lebih 30 KK terdampak. Armada Water Cannon kami berkapasitas 5 ribu liter sekali jalan. Jika ada permintaan kembali dari warga, kami selalu siap menyalurkan," tegas Aipda Fadilah.
Antusiasme warga yang begitu tinggi membuat petugas di lapangan sempat kewalahan melayani permintaan air. Meski sore itu penyaluran harus disesuaikan dengan keterbatasan waktu dan kondisi medan yang mulai gelap, pihak kepolisian memastikan komitmennya untuk terus bersiaga.
Pihak Brimob Batalyon C Pelopor Gilimanuk siap kembali menerjunkan armadanya kapan saja jika ada permintaan susulan dari warga maupun pemerintah desa setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....