UMKM Bali Didorong Terkoneksi Pasar dan Ekosistem Ekonomi

  • 12 Agt 2026 09:30 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, DENPASAR - Momentum Hari UMKM Nasional 2026 menjadi dorongan untuk memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah dalam perekonomian. UMKM dinilai perlu semakin terkoneksi dengan pasar, teknologi, pembiayaan, hingga ekosistem usaha yang lebih luas.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, mengatakan perhatian terhadap UMKM harus dimanfaatkan untuk mendorong pelaku usaha naik kelas. Konektivitas dengan rantai pasok, pembiayaan, pemasaran, dan teknologi menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha.

“UMKM ini perlu dinaikkan kelasnya. Maka harus terkoneksi dengan ekosistem ekonomi, mulai dari bahan baku, pembiayaan, sampai pemasaran,” ujarnya.

Di Bali, sektor pariwisata dinilai menjadi pasar potensial bagi produk UMKM, termasuk kerajinan, pertanian, kuliner, dan produk dari desa wisata. Pemanfaatan marketplace dan media digital juga dapat memperluas jangkauan pemasaran UMKM, tidak hanya di tingkat daerah tetapi hingga nasional dan internasional.

Prof. Ida Bagus Raka Suardana juga menekankan pentingnya literasi keuangan agar pembiayaan yang diterima UMKM digunakan untuk kegiatan produktif. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik diperlukan agar modal usaha tidak habis untuk kebutuhan konsumtif dan mampu mendorong keberlanjutan bisnis.

“Literasi keuangan ini penting sekali, terutama bagaimana memanfaatkan dana pinjaman untuk produktivitas dan modal kerja,” katanya.

Pada momentum Hari UMKM Nasional 2026, UMKM diharapkan semakin berperan sebagai salah satu penopang ekonomi nasional dan daerah. Kolaborasi pemerintah, perbankan, akademisi, pelaku usaha, serta sektor pariwisata diperlukan agar UMKM Bali semakin tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....