Keterwakilan Perempuan di Parlemen Belum Capai 30 Persen
- 11 Agt 2026 06:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Keterwakilan perempuan di parlemen belum mencapai afirmasi 30 persen. Kondisi ini menunjukkan ruang perempuan dalam politik belum mencapai jumlah yang diharapkan.
Dosen Lektor Kepala Program Studi Sosiologi Universitas Udayana, Dra. Nazrina Zuryani, MA, PhD, kepada RRI.CO.ID mengatakan perempuan sudah berupaya masuk dan berperan di ruang publik. Menurutnya, hasil perjuangan tersebut memang belum optimal, tetapi gerakan perempuan sudah terlihat.
“Mereka memperjuangkan dengan hasil yang belum terlalu optimal. Bahwa hasilnya tidak optimal, tidak sesuai dengan yang menjadi standar nilai tertinggi, ya enggak apa-apa. Tapi secara maksimal, secara signifikan yang bisa diukur, sudah ada gerakan, ada perjuangan itu sudah menjadi bentuk yang bisa diteladani,” ujar Nazrina.
Terkait afirmasi 30 persen, Nazrina menyebut belum ada provinsi yang mencapai angka tersebut dalam keterwakilan perempuan di parlemen. Pada tingkat nasional, angka 30 persen juga belum tercapai.
“Bahwa afirmasi 30 persen di seluruh Indonesia belum ada yang bilang bahwa provinsi ini 30 persen perempuan sudah mewakili di parlemen. Kan enggak ada. Sampai sekarang juga enggak lah di tingkat nasional. Belum,” katanya.
Selain jumlah keterwakilan, Nazrina menyoroti orang yang dipilih untuk menduduki jabatan publik. Menurutnya, orang yang dipilih perlu memiliki kemampuan dan rekam jejak yang sudah dibangun sejak sebelumnya.
“Sebaiknya orang itu dipilih karena memang punya track record dan punya kemampuan yang kompetensi yang memang dia asah dari dulu, bukan mendadak begitu,” ujar Nazrina.
Nazrina menilai perempuan tetap perlu memperjuangkan perannya di ruang publik. Menurutnya, perjuangan tersebut perlu disertai kemampuan yang sudah dibangun sehingga perempuan yang mendapat kesempatan di bidang politik dapat menjalankan perannya dengan baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....