Warga Difabel di Jembrana Ikut Berburu Air Bersih

  • 10 Agt 2026 14:53 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Krisis air bersih yang melanda Lingkungan Dewasana selama hampir sebulan terakhir menyisakan cerita pilu, khususnya bagi kelompok penyandang disabilitas. Tanpa aliran air ke rumah, warga difabel harus berjuang ekstra keras demi mendapatkan setetes air bersih untuk bertahan hidup.

Dengan menggenggam erat tongkat penuntun jalannya, Ni Putu Widiantini menyusuri jalanan terik sejauh hampir satu kilometer. Perempuan tunanetra ini rela berjalan jauh dari rumahnya menuju tandon penampungan air bersih yang disediakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI).

Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat Putu Widi. Di tengah antrean warga yang membludak, ia berdiri sabar menanti giliran demi mendapatkan pasokan air minum. Beruntung, usahanya hari ini mengetuk hati petugas PMI yang siaga di lokasi.

Petugas yang iba melihat kondisinya segera membantu mengisikan wadah air, sekaligus mengantarkan Putu Widi kembali ke rumahnya dengan selamat. "Kadang saya tidak mandi karena tidak ada air. Seperti tadi, tidak ada air ya saya tidak mandi. Biasanya saya dicarikan adik saya, tapi tadi ada warga yang kasih tahu (kalau ada bantuan air)," ungkap Ni Putu Widiantini polos saat ditemui di lokasi.

Dampak krisis air ini memaksa Putu Widi menghemat penggunaan air secara ekstrem. Bantuan air dari PMI dan kepedulian warga sekitar hanya ia pergunakan untuk kebutuhan vital, seperti memasak dan minum.

Kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus) sering kali harus dikorbankan. Di rumah, Putu Widi tinggal bersama orang tuanya yang sudah lanjut usia.

Keterbatasan ekonomi dan fisik membuat keluarga ini sangat bergantung pada ulur tangan sanak keluarga serta kebaikan hati para tetangga untuk memenuhi kebutuhan harian mereka. Kondisi yang dialami Putu Widi menjadi cerminan nyata betapa krisis air bersih menekan kelompok rentan di Lingkungan Dewasana.

Warga berharap bantuan air bersih dapat didistribusikan secara lebih merata dan menjangkau langsung pemukiman warga difabel serta lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....