Krisis Air Jembrana Meluas, Warga Pasrah Mandi di Sungai
- 10 Agt 2026 09:48 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Jembrana, Bali, kian mengkhawatirkan. Krisis air bersih di Kelurahan Pendem kini meluas dari satu banjar menjadi dua banjar.
Dampaknya, warga terpaksa mengandalkan pasokan bantuan darurat serta memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan harian. Guna meringankan beban warga, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jembrana menerjunkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter ke Lingkungan Dewasana.
Air bersih tersebut disalurkan melalui tandon-tandon penampungan yang telah disiagakan di sejumlah titik. Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme sekaligus kepanikan warga.
Begitu tandon terisi penuh, warga berbondong-bondong mengantre dan saling berebut mengisi ember, galon, hingga jerigen yang mereka bawa agar tidak kehabisan. Seperti yang diungkapkan Ni Kadek Dwi Antari salah satu warga Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem.
"Sudah ada sebulan kami mengalami krisis air. Kadang saya minta ke tetangga untuk kebutuhan minum dan memasak. Sedangkan untuk mandi, kami terpaksa ke sungai," tuturnya.
Selama ini, warga setempat memenuhi kebutuhan air secara swadaya dengan mengalirkan pipa dari sumber mata air pegunungan langsung ke rumah-rumah. Namun, kemarau panjang yang melanda belakangan ini membuat debit air di pegunungan surut drastis hingga memicu krisis berkepanjangan.
Pihak PMI memprediksi kondisi ini masih akan berlangsung hingga akhir tahun. Kepala Markas PMI Jembrana I Wayan Wikrama Wardana memastikan ketercukupan bantuan air bagi warga yang terdampak.
"Hari ini kami kembali menyalurkan 5.000 liter air bersih di Lingkungan Dewasana yang berdampak pada sekitar 95 KK. Mengingat potensi kekeringan diprediksi berlanjut hingga Desember, PMI siap terus menyalurkan bantuan.
Wikrama juga menyampaikan, dampak kekeringan semakin meluas. Selain Kelurahan Pendem, warga di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo juga memohon bantuan penyaluran air bersih.
"Kekeringan ini memang makin meluas, selain di Kelurahan Pendem (Pancardawa dan Dewasana), kami juga menyalurkan bantuan ke Desa Pergung, tepatnya di Banjar Petapan Kelod dan Banjar Petapan Kaja," ujarnya.
Ia berharap, dalam kondisi kekeringan seperti ini, warga bisa dengan bijak menggunakan air bersih, sehingga krisis air ini bisa diminimalisir dan segera melaporkan jika pasokan air bersih mulai menipis agar bisa didistribusikan kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....