Perubahan Iklim Ancam Pasokan Pangan, CAITEC cari Solusi dengan Pertanian
- 07 Agt 2026 16:41 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Perubahan iklim global yang kian tidak menentu terus mengancam stabilitas pasokan pangan nasional dan global. Penurunan produktivitas lahan, fenomena cuaca ekstrem, hingga gangguan rantai pasok menjadi tantangan nyata yang membutuhkan terobosan konkret. Menjawab persoalan tersebut, The International Conference on Agricultural Innovation and Ecotourism Environment (CAITEC) 2026 siap digelar untuk merumuskan solusi berbasis pertanian berkelanjutan dan ekowisata.
Konferensi internasional edisi perdana tersebut mengusung tema “Improving Food Security Through Sustainable Agriculture and Ecotourism Practices in the Issue of Climate Change”. Forum ilmiah yang diselenggarakan secara hibrida (online dan offline) dari Prama Sanur, Bali, pada 14–15 Agustus 2026 ini berhasil menarik perhatian dunia internasional.
Ilmuwan dari tujuh negara telah memastikan hadir untuk membagikan terobosan riset mereka. Ketua Panitia CAITEC 2026, Dr. Ni Made Ayu Suardani S, S.TP., M.Si di Denpasar, Jumat 7 Agustus 2026 menegaskan, ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim tidak lagi bisa direspons dengan pendekatan konvensional.
Transformasi sistem pertanian harus menyatu dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Perubahan iklim telah mengganggu kalender tanam dan menurunkan hasil panen di berbagai wilayah. Lewat CAITEC 2026, kami mempertemukan para akademisi, peneliti, pengambil kebijakan, dan praktisi global untuk merumuskan solusi. Para peneliti dan ilmuwan dari tujuh negara, yaitu Taiwan, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Timor Leste, Malaysia, serta Indonesia sudah mengonfirmasi kehadiran mereka," ujar Ayu Suardani.
Ayu Suardani, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi, Universitas Warmadewa, menjelaskan bahwa sinergi antara inovasi teknologi pangan, pertanian berkelanjutan, dan ekowisata menjadi kunci penting keberlanjutan sektor agraris saat ini.
Menurutnya, kawasan pertanian tidak hanya berperan sebagai produsen bahan pangan, tetapi juga memiliki potensi ekologis dan ekonomis jika dikelola dengan konsep ekowisata. Integrasi ini dinilai mampu menjaga kelestarian bentang alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui diversifikasi pendapatan.
"Teknologi pengolahan hasil pertanian dan inovasi pascapanen sangat krusial untuk menekan food loss serta memperpanjang masa simpan produk pangan di tengah ketidakpastian iklim. Ketika dihubungkan dengan ekowisata, masyarakat tidak hanya menjual komoditas, tetapi juga nilai edukasi dan kelestarian lingkungan," tuturnya.
Sebagai gelaran pertama, CAITEC 2026 dirancang menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan serta strategi penerapan teknologi tepat guna di tingkat tapak. Format hibrida yang diterapkan bertujuan memperluas partisipasi publik dan akademisi global, sehingga pertukaran gagasan mengenai ketahanan pangan dapat berlangsung secara inklusif.
Melalui penyelenggaraan konferensi internasional ini, Bali diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai pusat gagasan dan inovasi dalam merespons krisis iklim serta mewujudkan sistem pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....