Unud Sambut 6.799 Mahasiswa Baru lewat PKKMB 2026

  • 01 Agt 2026 20:30 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Universitas Udayana resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Prabhu Udayana Tahun 2026 di Auditorium Widya Sabha, Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti sebanyak 6.799 peserta dengan 6.610 merupakan mahasiswa baru angkatan 2026.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa PKKMB bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting bagi mahasiswa untuk memulai perjalanan intelektual sekaligus membentuk karakter, pola pikir kritis, dan kesiapan menghadapi perubahan global.

"Hari ini adalah awal dari perjalanan intelektual yang akan mengubah cara Saudara berpikir, bertindak, dan memandang kehidupan. Hari ini adalah titik awal ketika Saudara mulai menulis sejarah hidup Saudara sendiri," ujar Prof. Sudarsana saat membuka PKKMB Prabhu Udayana 2026.

Menurutnya, mahasiswa yang berhasil menjadi bagian dari Universitas Udayana merupakan insan-insan terpilih yang memiliki tanggung jawab untuk terus berkembang, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga membangun integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh beragam materi yang mencakup kehidupan berbangsa dan bernegara, sistem pendidikan tinggi di Indonesia, transformasi perguruan tinggi di era digital, pengembangan karakter mahasiswa, hingga muatan lokal Universitas Udayana. Materi tersebut disampaikan oleh narasumber internal universitas, Kejaksaan Tinggi Bali, serta dua tokoh publik.

Ketua Pelaksana PKKMB Prabhu Udayana 2026, I Kadek Krishna Suputra, mengatakan PKKMB tahun ini mengusung tema "Widyabhawana Ksatria Abhinaya", yang dimaknai sebagai ruang ilmu pengetahuan yang melahirkan pribadi tangguh dengan semangat untuk terus melangkah menuju tujuan.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana angkatan 2024 yang akrab disapa Dek Kris itu menjelaskan, implementasi tema tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang tidak hanya mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga membekali mahasiswa baru dengan keterampilan dan nilai-nilai yang relevan menghadapi kehidupan perkuliahan.

"PKKMB tahun ini tidak hanya berorientasi pada pengenalan kampus, tetapi juga menginternalisasi nilai melalui tindakan nyata. Mahasiswa baru kami ajak melakukan aksi lingkungan, aksi sosial, menyusun proyeksi karier melalui pembuatan CV berbasis ATS dan LinkedIn, serta memperoleh edukasi mengenai kesehatan mental sebagai bekal menghadapi dunia perkuliahan," jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun penyelenggaraan tahun ini berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran, panitia tetap berupaya menjaga kualitas kegiatan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra sponsor serta pemanfaatan fasilitas milik pemerintah.

Selain itu, panitia juga menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun praktik perpeloncoan selama pelaksanaan PKKMB.

"Kami memastikan tidak ada ruang bagi praktik perpeloncoan ataupun bullying dalam PKKMB tahun ini. Seluruh panitia wajib mematuhi SOP yang telah ditetapkan. Jika ada yang melanggar, akan dikenakan sanksi tegas mulai dari penahanan sertifikat kepanitiaan, pemberhentian tidak hormat, hingga rekomendasi pemotongan penilaian kepada program studi masing-masing," tegas Dek Kris.

Sementara itu, Ketua BEM PM Universitas Udayana 2026, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa atau kerap disapa Gung Pram, menilai PKKMB menjadi pintu gerbang transformasi mahasiswa baru untuk tumbuh sebagai insan akademik yang dewasa, tangguh, kritis, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....