Perluas Literasi Pekerja, BPJamsostek Banuspa Gandeng BI dan BPD Bali

  • 31 Jul 2026 18:08 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa) mendorong sinergi yang lebih erat dengan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Bank BPD Bali. Tujuannya guna memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di Provinsi Bali.

Melalui kolaborasi tersebut, selurug institusi berupaya menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, memperkuat edukasi perlindungan sosial dan keuangan, serta memperluas jangkauan kepesertaan hingga ke sektor informal dan pelaku UMKM di Provinsi Bali. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Papua (Banuspa ) I Nyoman Suarjaya mengatakan, kolaborasi dengan perbankan membuka simpul baru dalam memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Pertemuan ini membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat memperkuat ekosistem perlindungan pekerja melalui sinergi antara layanan perbankan dan jaminan sosial ketenagakerjaan,"ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id, Jumat 31 Juli 2026.

Selama ini masyarakat disebut mengenal BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara perlindungan bagi pekerja melalui program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Pensiun. Peran BPJS Ketenagakerjaan, tidak berhenti ketika santunan dibayarkan tapi membantu memberikan literasi keuangan dan pelatihan peluang usaha.

“Santunan memang mampu menyelamatkan kehidupan keluarga pekerja pada hari ini, tetapi keberhasilan perlindungan baru benar-benar tercapai ketika keluarga penerima manfaat mampu bangkit, kembali produktif, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

“Paradigma inilah yang kini diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), sebuah langkah yang menegaskan bahwa jaminan sosial bukan sekadar membayar manfaat, melainkan menghadirkan masa depan yang lebih baik,” lanjutnya.

Dikatakan, melalui sinergi dengan Bank Indonesia, akan menghadirkan nilai tambah sehingga dana manfaat yang diterima peserta tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan sosial. Dana tersebut dikatakan juga dapat menjadi modal produktif untuk membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

I Nyoman Suarjaya menegaskan bahwa peningkatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang yang perlu dikerjakan bersama oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan yang memiliki jangkauan luas hingga ke tingkat daerah. “Kami ingin memastikan semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sosial sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan maupun risiko pekerjaan," ungkapnya.

Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membangun mental kewirausahaan, memperkuat kemampuan mengelola usaha, meningkatkan kualitas produk, hingga memberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran dan pengembangan bisnis. Pendekatan tersebut disusun agar santunan yang diterima dapat berkembang menjadi modal produktif yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, Bank Indonesia dan Bank BPD Bali tidak hanya berfokus pada perluasan kepesertaan, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan sosial secara berkelanjutan. Salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan adalah pelaksanaan program sosialisasi dan edukasi bersama kepada pekerja, pelaku UMKM, nasabah perbankan, hingga keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami juga melihat pentingnya pendampingan bagi ahli waris peserta yang menerima manfaat santunan. Dana santunan yang diterima perlu dikelola secara bijak agar dapat menjadi modal keberlanjutan kehidupan keluarga. Di sinilah sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan dapat memberikan nilai tambah melalui edukasi dan literasi pengelolaan keuangan," tambahnya.

Selain penguatan literasi, pertemuan tersebut juga membahas pengembangan kerja sama layanan yang memungkinkan Bank BPD Bali menjadi salah satu kanal strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan kemudahan akses pendaftaran dan pembayaran iuran bagi masyarakat. Suarjaya juga menyampaikan bahwa kehadiran kanal layanan yang dekat dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan inklusi perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Oleh karena itu, jaringan layanan dan kanal digital yang dimiliki Bank BPD Bali diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjangkau lebih banyak pekerja. “Penguatan kerja sama dengan Bank Daerah khususnya Bank BPD Bali juga kami harapkan akan mampu menghadirkan kemudahan pendaftaran dan pembayaran iuran melalui berbagai kanal layanan perbankan sehingga nantinya akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja akan semakin luas, mudah, dan inklusif,” kata Suarjaya

Ia, menambahkan bahwa inovasi dan kolaborasi lintas sektor seperti ini juga menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan. Semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat nyata dari program BPJS Ketenagakerjaan, maka semakin kuat pula kepercayaan publik terhadap institusi ini.

"Kami ingin membangun citra BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra pekerja yang tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi peserta," imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....