'Art & Bali 2026' Satukan Seniman Dunia, Perkuat Bali sebagai Pusat Seni Internasional

  • 30 Jul 2026 09:12 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Tabanan - Art & Bali 2026 kembali menegaskan posisi Bali sebagai salah satu pusat perkembangan seni rupa di kawasan Asia melalui penyelenggaraan pameran seni internasional yang akan berlangsung pada 11 hingga 13 September 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan. Memasuki edisi terbaru, Art & Bali menghadirkan 22 galeri, museum, ruang seni, dan kolektif kreatif dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Swiss, hingga Spanyol sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring seni lintas negara.

Daftar peserta tahun ini mencerminkan keberagaman ekosistem seni, mulai dari museum, galeri mapan, ruang seni independen, studio multidisiplin, hingga kolektif seni grafis. Beberapa di antaranya berasal dari Bali seperti Agung Rai Museum of Art (ARMA), Asia Pacific Print Club, Gallery Seputih, Gurat Institute, LANÖ Art Project, Santrian Art Gallery, TONYRAKA, serta sejumlah ruang seni lainnya. Sementara peserta dari luar negeri di antaranya G13 Gallery Kuala Lumpur, Kotak Art Collective Singapura, Connected Art Platform yang berbasis di Jakarta dan Swiss, serta RUANG yang menghubungkan Bali dan Spanyol.

Director Art & Bali by Nuanu Creative City, Kelsang Dolma, mengatakan konsep penyelenggaraan tahun ini tetap mengusung pendekatan boutique art fair, yang mengedepankan kualitas karya, dialog, serta hubungan antara seniman, galeri, kolektor, dan publik dibandingkan besarnya skala penyelenggaraan. "Art & Bali dibangun sebagai ruang pertemuan bagi seniman, galeri, kolektor, dan publik. Daftar peserta tahun ini mencerminkan pendekatan boutique yang kami usung. Kami ingin Art & Bali berkembang melalui kualitas karya yang ditampilkan, kedalaman percakapan yang tercipta, serta hubungan yang terbangun, bukan semata-mata melalui skala penyelenggaraannya. Nuanu menyediakan ruang dan infrastruktur budaya yang memungkinkan kami mewujudkan hal tersebut melalui pameran, program publik, dan pengalaman bagi para kolektor, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi seni, desain, dan budaya." Ujar Director Art & Bali by Nuanu Creative City.

Selain menghadirkan art fair, Nuanu Creative City juga akan membuka pameran utama bertajuk "What the Body Remembers" di Labyrinth Art Gallery pada 11 September 2026 hingga 29 November 2026. Pameran yang dikuratori Bandana Tewari bersama Brina Paska ini menghadirkan 26 seniman, desainer, dan studio dari Indonesia dan India yang bergerak di bidang seni kontemporer, fesyen, tekstil, kriya, desain, hingga budaya material.

Melalui kerangka kuratorial Hand as Archive dan Routes of Exchange, pameran tersebut mengeksplorasi bagaimana ingatan budaya diwariskan melalui sentuhan, ritual, teknik tradisional, proses belajar lintas generasi, hingga perpindahan material dan pengetahuan antarwilayah. Ragam karya yang dipamerkan mencakup adibusana, bordir, tenun, pewarna alami, slow fashion, hingga riset material berbasis komunitas yang memperlihatkan keterkaitan budaya Indonesia dan India.

Art & Bali 2026 mengangkat tema “Bridging Dichotomies” yang merefleksikan upaya menjembatani berbagai sisi dalam dunia seni, mulai dari hubungan antara tradisi dan eksperimen, seni dan komersial, hingga praktik lokal dengan jejaring internasional. Seluruh presentasi peserta pameran akan menjadi bagian dari rangkaian program yang meliputi instalasi seni, pertunjukan, desain, kriya, serta diskusi publik yang berlangsung di berbagai ruang kreatif Nuanu.

Penyelenggaraan tahun ini juga menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian penting dari konsep pameran. Material panel HMR yang digunakan pada penyelenggaraan Art & Bali 2025 dimanfaatkan kembali sebagai booth pameran tahun ini guna mengurangi limbah konstruksi sekaligus memperpanjang usia pakai material. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen penyelenggara dalam menerapkan praktik penyelenggaraan pameran seni yang lebih ramah lingkungan.

Dengan menghadirkan kolektor, seniman profesional, desainer, arsitek, praktisi budaya, pelaku industri hospitalitas, hingga wisatawan mancanegara, Art & Bali diharapkan mampu memperluas akses para seniman terhadap pasar seni internasional sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif berkelas dunia. Melalui kolaborasi lintas negara tersebut, Art & Bali juga diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan pelaku seni Bali dengan ekosistem seni nasional maupun global serta membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan bagi perkembangan industri seni rupa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....