Akademisi Sarankan Penyesuaian Pola Tanam Hadapi Musim Angin di Jembrana

  • 30 Jul 2026 07:24 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Musim angin yang melanda Kabupaten Jembrana dinilai perlu diantisipasi petani melalui penyesuaian pola tanam agar risiko kerusakan tanaman dapat ditekan. Selain memilih komoditas yang lebih tahan terhadap terpaan angin, petani juga disarankan menerapkan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi cuaca.

Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Bali sekaligus Rektor Universitas Dwijendra, Gede Sedana, Kepada RRI.CO.ID, Rabu, 22 Juli 2026 mengatakan tanaman pangan seperti padi menjadi komoditas yang paling rentan terdampak angin kencang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tanaman rebah, batang patah, hingga menurunkan kualitas hasil panen.

“Kalau anginnya kencang, tanaman padi bisa rebah dan batangnya patah. Karena itu petani perlu melakukan langkah pencegahan, seperti memilih varietas padi yang batangnya lebih pendek, kokoh, berakar kuat, serta menerapkan sistem tanam Jajar Legowo agar angin dapat mengalir melalui lorong-lorong tanaman," ujarnya.

Selain pemilihan varietas dan teknik tanam, Gede Sedana juga menyarankan petani menanam tanaman pemecah angin di sepanjang pematang sawah. Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi kecepatan angin yang menerpa lahan pertanian sehingga tanaman lebih terlindungi.

Sementara itu, bagi petani yang belum memasuki musim tanam, ia menyarankan untuk mempertimbangkan komoditas yang lebih tahan terhadap angin, seperti palawija dan umbi-umbian. Tanaman seperti kacang tanah, kacang hijau, kedelai, ubi jalar, hingga singkong dinilai memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan padi.

"Kalau menghadapi musim angin, sebaiknya petani mempertimbangkan tanaman palawija seperti kacang-kacangan, umbi-umbian, atau sorgum karena lebih tahan. Intinya, usahakan memilih tanaman yang posturnya tidak terlalu tinggi, sehingga tidak mudah rebah ketika diterpa angin," ungkapnya.

Untuk sektor perkebunan, Gede Sedana menjelaskan dampak angin kencang relatif lebih kecil dibanding tanaman pangan. Namun, tanaman seperti kakao, kopi, maupun mangga tetap berisiko mengalami kerontokan bunga apabila angin terjadi saat memasuki fase pembungaan. Oleh karena itu, penyesuaian pola tanam dan pengelolaan kebun tetap menjadi langkah penting guna menjaga produktivitas pertanian di tengah dinamika cuaca yang terjadi di Jembrana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....