Pengamat Soroti Penataan Truk dan Penerangan Jalan di Jalur Denpasar-Gilimanuk
- 30 Jul 2026 06:29 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pengamat sosial sekaligus Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Provinsi Bali, Dr. I Gusti Wayan Murjana Yasa, Kepada RRI.CO.ID, Minggu 12 Juli 2026 mengatakan penataan kendaraan angkutan barang dan peningkatan kualitas penerangan jalan menjadi langkah paling mendesak untuk menekan angka kecelakaan di ruas Denpasar-Gilimanuk, sembari menunggu realisasi pembangunan Jalan Tol Pekutatan-Mengwi. Menurutnya, kecelakaan di jalur utama Bali bagian barat tidak hanya dipengaruhi kondisi geografis jalan yang berkelok dan menanjak, tetapi juga tingginya intensitas kendaraan berat dengan muatan berlebih yang melintas setiap hari.
"Yang sering kita lihat justru truk-truk dengan muatan sangat besar mengalami kecelakaan, terutama di jalur tanjakan dan tikungan. Kondisi ini tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko bagi pengguna jalan lainnya," ujarnya.
Ia mengapresiasi berbagai upaya pemerintah membangun sejumlah shortcut di titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Namun, menurutnya, langkah tersebut belum cukup mengatasi persoalan secara menyeluruh karena masih terdapat sejumlah ruas jalan yang sempit, berkelok, dan memiliki tingkat risiko tinggi.
Murjana Yasa menilai pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang melebihi kapasitas muatan sebelum memasuki Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Penataan kendaraan logistik dinilai menjadi solusi jangka pendek yang dapat segera diterapkan untuk mengurangi potensi kecelakaan.
Selain itu, ia juga menyoroti minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan nasional, terutama pada jalur yang padat kendaraan dan memiliki kontur berliku. Menurutnya, lampu penerangan jalan yang memadai akan meningkatkan visibilitas pengendara sekaligus mengurangi risiko kecelakaan pada malam hari.
"Selain pembangunan shortcut, penerangan jalan harus menjadi perhatian serius. Banyak titik yang masih gelap atau pencahayaannya kurang optimal sehingga berpotensi memicu kecelakaan," katanya.
Di sisi lain, Murjana Yasa berharap rencana pembangunan Jalan Tol Pekutatan–Mengwi tetap dapat direalisasikan melalui skema investasi yang tepat. Meski demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaan proyek tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan meminimalkan alih fungsi lahan produktif.
Ia menegaskan, selama proyek tol belum terealisasi, pemerintah perlu memaksimalkan berbagai langkah yang dapat segera dilakukan, mulai dari penataan kendaraan angkutan berat, peningkatan kualitas infrastruktur jalan, hingga penyediaan penerangan yang memadai demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....