HNSI Bali Dorong Perlindungan Nelayan Tradisional Tingkatkan Kesejahteraan
- 30 Jul 2026 06:41 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Peringatan Hari Kelautan Nasional menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional. Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bali menilai perlindungan hukum, kemudahan akses bahan bakar minyak (BBM), hingga kepastian ruang bagi aktivitas nelayan menjadi kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi pemerintah.
Wakil Bendahara HNSI Bali, Nyoman Turut, Kepada RRI.CO.ID, Rabu, 1 Juli 2026 mengatakan kesejahteraan nelayan masih perlu terus ditingkatkan, baik melalui peningkatan hasil tangkapan maupun pengembangan budidaya perikanan. Menurutnya, profesi nelayan masih tergolong rentan karena bergantung pada kondisi alam sekaligus menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
“Kesejahteraan masyarakat nelayan masih perlu ditingkatkan, baik dari hasil tangkapan maupun budidaya perairan. Nelayan merupakan kelompok yang cukup rentan sehingga memerlukan perhatian lebih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan tradisional adalah belum adanya kepastian perlindungan terhadap lokasi tambatan perahu atau titik pemangkalan. Kondisi tersebut semakin kompleks dengan meningkatnya investasi di kawasan pesisir yang dinilai berpotensi menggeser ruang aktivitas nelayan.
Menurut Nyoman, HNSI Bali terus memperjuangkan implementasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2017 serta Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 yang mengatur perlindungan nelayan dan tata ruang wilayah pesisir. Regulasi tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap zonasi laut dan aktivitas masyarakat nelayan.
Selain melakukan advokasi kebijakan, HNSI Bali juga memberikan pendampingan hukum bagi nelayan yang menghadapi persoalan saat melaut. Di sisi lain, HNSI menilai kebijakan pemerintah perlu lebih berpihak kepada nelayan melalui bantuan sarana penangkapan ikan, alat navigasi untuk keselamatan melaut, serta kemudahan memperoleh BBM bersubsidi.
“Program pemerintah yang berpihak kepada nelayan sangat dibutuhkan, terutama bantuan alat tangkap, alat navigasi, serta kemudahan akses BBM agar aktivitas melaut bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Nyoman juga menyoroti minimnya minat generasi muda untuk menjadi nelayan. Menurutnya, sebagian besar anak muda lebih memilih bekerja di sektor lain atau merantau ke luar negeri karena menganggap profesi nelayan kurang menjanjikan.
Meski demikian, ia optimistis sektor perikanan tetap memiliki prospek yang baik apabila didukung kebijakan yang tepat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. HNSI Bali berharap pemerintah pusat maupun daerah lebih aktif turun ke lapangan untuk mendengar langsung aspirasi nelayan, sekaligus memastikan perlindungan terhadap kawasan pesisir agar tidak menggeser ruang hidup masyarakat nelayan tradisional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....