Penjualan Listrik PLN UID Bali Tumbuh 7,85 Persen, Lampaui Target Semester I -2026
- 29 Jul 2026 14:52 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat penjualan tenaga listrik sebesar 4.111,51 GWh hingga Juni 2026 atau mencapai 101,50 persen dari target Semester I. Capaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan konsumsi listrik di Bali yang meningkat 7,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh meningkatnya aktivitas pariwisata, perdagangan, industri, dan masyarakat.
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, mengatakan pertumbuhan konsumsi listrik menjadi indikator positif meningkatnya aktivitas ekonomi di Pulau Dewata. Menurutnya, PLN terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik untuk mendukung produktivitas masyarakat, dunia usaha, serta iklim investasi di Bali.
"Pertumbuhan konsumsi listrik mencerminkan semakin bergeliatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Bali. PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman, pelaku usaha semakin produktif, dan iklim investasi di Bali terus tumbuh. Keandalan listrik menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah," ujar Ajrun.
Pertumbuhan penjualan listrik terjadi hampir di seluruh segmen pelanggan. Sektor bisnis menjadi penyumbang konsumsi terbesar dengan realisasi 1.898,27 GWh, meningkat 8,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, sektor rumah tangga mencatat konsumsi 1.838,69 GWh atau tumbuh 7,17 persen, sedangkan sektor industri membukukan pertumbuhan tertinggi, yakni 13,47 persen, dengan konsumsi mencapai 131,65 GWh.
Peningkatan tersebut didorong oleh berkembangnya aktivitas hotel dan akomodasi, perdagangan, restoran, kuliner, serta sektor industri seperti pengolahan air dan limbah, makanan dan minuman, hingga perikanan.
Selain mencatat peningkatan penjualan listrik, PLN UID Bali juga berhasil melampaui target penambahan pelanggan baru. Hingga Juni 2026, sebanyak 53.943 pelanggan telah tersambung, atau mencapai 132,81 persen dari target Semester I sebanyak 40.618 pelanggan. Pada periode yang sama, daya tersambung meningkat 230,35 MVA atau 117,94 persen dari target yang ditetapkan.
| Baca juga: PLN Perkuat Pengamanan Objek Vital Nasional |
Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan listrik, PLN memastikan sistem kelistrikan Bali tetap dalam kondisi aman. Hingga akhir Juni 2026, sistem kelistrikan Bali memiliki daya mampu pasok sebesar 1.518 MW, dengan beban puncak mencapai 1.234 MW, sehingga masih tersedia cadangan daya yang memadai untuk mendukung pertumbuhan pelanggan, investasi baru, maupun penyelenggaraan agenda nasional dan internasional di Bali.
PLN juga terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui penambahan infrastruktur pengisian daya. Hingga Juni 2026, telah tersedia 206 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Bali, terdiri atas 153 unit milik PLN dan 53 unit milik mitra yang tersebar di berbagai lokasi strategis.
Ajrun menegaskan, PLN akan terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan, mempercepat penyambungan pelanggan, dan menghadirkan layanan berbasis digital guna mengimbangi pertumbuhan kebutuhan listrik di Bali.
"Kami optimistis kebutuhan listrik di Bali akan terus meningkat seiring berkembangnya sektor pariwisata, investasi, dan aktivitas masyarakat. PLN siap mendukung pertumbuhan tersebut melalui pasokan listrik yang andal, layanan yang semakin mudah diakses, serta pengembangan infrastruktur kelistrikan yang berkelanjutan demi mewujudkan Bali yang semakin maju dan berdaya saing," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....