PLN Dukung Pemulihan Terumbu Karang

  • 29 Sep 2026 11:41 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Buleleng — Upaya memulihkan ekosistem terumbu karang di pesisir Kalibukbuk-Lovina, Buleleng, Bali, terus dikembangkan melalui program Bank Coral Banyumilir. Program konservasi ini tidak hanya menanam dan memulihkan fragmen karang, tetapi juga melibatkan masyarakat pesisir dalam menjaga ekosistem laut.

Program yang diinisiasi Yayasan Banyumilir Manik Segara tersebut kembali mendapat dukungan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali melalui program PLN Peduli. Bantuan tahap kedua diserahkan di Basecamp Banyumilir Foundation, Banjar Dinas Celukbuluh, Buleleng, Senin 28 September 2026.

Ketua Yayasan Banyumilir Manik Segara, I Ketut Wiryadana, mengatakan dukungan PLN memperkuat upaya konservasi yang berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat pesisir. “Konservasi tidak cukup hanya dengan menanam karang. Masyarakat juga perlu dilibatkan dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk menjaga lingkungan laut secara berkelanjutan,” ujar Wiryadana.

Hingga kini, lebih dari 100 struktur bank coral telah dikembangkan di dasar laut. Struktur tersebut menjadi media penanaman dan transplantasi fragmen karang untuk membantu memulihkan fungsi ekosistem terumbu karang yang mengalami kerusakan.

Program ini juga melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan nelayan lokal melalui pelatihan teknis penanaman fragmen karang serta pengawasan kawasan konservasi. Secara keseluruhan, Bank Coral Banyumilir telah memberikan manfaat kepada lebih dari 200 masyarakat pesisir, pelaku wisata, dan generasi muda.

Konservasi tidak hanya dilakukan di bawah laut. Bank Coral Banyumilir juga mengembangkan kegiatan edukasi untuk memperkenalkan ekosistem laut dan dampak perubahan iklim kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut antara lain snorkeling edukatif bagi pelajar dan pemanfaatan teknologi virtual reality (VR) untuk mengenalkan kehidupan bawah laut. Kepala Desa Kalibukbuk, Ketut Suka, mengatakan program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut.

“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini secara langsung menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut,” ujarnya.

Menurutnya, kelestarian ekosistem laut berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir, terutama karena sebagian masyarakat setempat bergantung pada sektor pariwisata. Senior Manager Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, Imbar Susanto, mengatakan dukungan terhadap Bank Coral Banyumilir merupakan bagian dari pelaksanaan TJSL PLN untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat.

“PLN tidak hanya menjalankan tugas untuk menjaga keandalan kelistrikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk turut mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah kerja,” kata Imbar.

Ia mengatakan kolaborasi dengan Yayasan Banyumilir merupakan bagian dari upaya PLN mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, khususnya dalam menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian laut. “Yang kami harapkan bukan hanya keberlanjutan programnya, tetapi juga semakin kuatnya peran masyarakat sebagai penjaga lingkungan di wilayahnya sendiri,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Bank Coral Banyumilir dikembangkan tidak hanya sebagai upaya pemulihan terumbu karang, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Buleleng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....