Komisi I DPR Bahas Penguatan Pertahanan Perbatasan Bersama Pangdam

  • 25 Jul 2026 17:24 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Komisi I DPR RI melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kodam IX/Udayana untuk membahas akselerasi pembentukan Kodam baru di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta penguatan pertahanan wilayah perbatasan RI–Timor Leste. Kegiatan yang dipimpin Ketua Komisi I DPR RI Drs. Utut Adianto itu berlangsung di Makodam IX/Udayana, Jumat, 24 Juli 2026.

Rombongan Komisi I DPR RI diterima Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto didampingi para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas penguatan postur pertahanan di kawasan timur Indonesia, termasuk percepatan pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengatakan Provinsi NTT memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste. "Oleh karena itu, rencana pembentukan Kodam baru di NTT merupakan kebutuhan yang sangat krusial. Kehadiran Kodam baru akan memperpendek rentang kendali komando, meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial, mempercepat respons operasional, sekaligus mempertegas kehadiran negara di garis depan perbatasan," tegas Pangdam.

Dalam pemaparannya, Pangdam menjelaskan progres pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai yang mencakup kesiapan lahan, pembangunan markas, pemenuhan personel, perlengkapan, hingga pembangunan perumahan dinas. Pangdam juga memaparkan berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah Timor Tengah Utara melalui kegiatan Karya Bhakti, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sumur bor, perbaikan sekolah, pembangunan jembatan, bazar murah, pembagian sembako, dan layanan pengobatan gratis.

Ketua Komisi I DPR RI Drs. Utut Adianto menjelaskan kunjungan kerja tersebut bertujuan memperoleh gambaran komprehensif mengenai kesiapan pertahanan dan keamanan di wilayah Kodam IX/Udayana, khususnya terkait pembentukan Kodam baru di NTT. "Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi penyusunan road map dan kesiapan operasional pembentukan Kodam baru di NTT, evaluasi postur pertahanan dan tingkat kerawanan wilayah perbatasan RI–RDTL, serta dukungan penganggaran dan penguatan sinergi pertahanan di kawasan perbatasan," ujar Utut Adianto.

Rapat Dengar Pendapat ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara TNI dan DPR RI. Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat dukungan terhadap pembentukan Kodam baru di NTT sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....