Vertikultur dan Hidroponik Jadi Alternatif Budidaya di Lahan Terbatas
- 23 Jul 2026 14:19 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Vertikultur dan hidroponik menjadi alternatif budidaya tanaman bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas. Kedua metode tersebut memungkinkan pekarangan sempit dimanfaatkan secara lebih optimal untuk menghasilkan berbagai tanaman pangan.
Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Amerta Giri Lesung, I Kadek Agus Indrawan mengatakan, pekarangan rumah yang sempit tetap dapat dimanfaatkan secara optimal, baik menggunakan pot, polybag, maupun menerapkan sistem vertikultur dan hidroponik.
"Manfaatkan lahan pekarangan secara optimal, baik di tanah langsung maupun menggunakan pot atau polybag. Bisa juga menggunakan vertikultur, dan kalau lebih modern bisa memakai sistem hidroponik," ujar Agus Indrawan kepada RRI.CO.ID.
Menurutnya, vertikultur merupakan metode budidaya dengan menyusun tanaman secara bertingkat sehingga mampu menghemat ruang tanam. Cara ini dinilai cocok diterapkan di kawasan perkotaan yang memiliki lahan terbatas. Sementara itu, hidroponik merupakan metode budidaya yang memanfaatkan air sebagai media tanam sehingga lebih banyak digunakan untuk menanam sayuran dan beberapa jenis buah.
Agus menjelaskan, tidak semua jenis tanaman cocok dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik. Tanaman umbi-umbian, seperti kentang atau ubi, lebih baik ditanam menggunakan media tanah karena membutuhkan ruang untuk perkembangan umbi.
"Kalau hidroponik itu bisa untuk buah-buahan dan sayuran. Kalau umbi-umbian belum bisa karena cenderung cepat membusuk, jadi untuk umbi-umbian lebih baik menggunakan media tanah," katanya.
Selain memilih metode tanam yang tepat, Agus juga mengingatkan masyarakat agar menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi lahan yang dimiliki. Ia menyarankan masyarakat memulai dari tanaman yang sering dikonsumsi sehari-hari, seperti cabai, tomat, kangkung, bayam, mentimun, serta berbagai jenis rempah.
Ia menilai, pemanfaatan metode budidaya yang sesuai tidak hanya membantu mengoptimalkan lahan sempit, tetapi juga dapat mendorong masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri. Dengan demikian, pekarangan rumah yang terbatas tetap dapat menjadi sumber produksi sayuran dan tanaman pangan bagi keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....