Ketahanan Pangan Berbasis Rumah Tangga Dimulai dari Pekarangan Rumah

  • 18 Jul 2026 19:34 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi salah satu upaya memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga. Selain membantu menyediakan pangan secara mandiri, cara ini juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar.

Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Amerta Giri Lesung, I Kadek Agus Indrawan, mengatakan ketahanan pangan berbasis rumah tangga merupakan upaya memenuhi kebutuhan pangan yang dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, setiap rumah tangga memiliki peluang untuk menghasilkan sebagian kebutuhan pangannya sendiri sesuai dengan kondisi lahan yang dimiliki.

"Dalam setiap rumah tangga itu bisa didorong untuk mampu memenuhi berbagai kebutuhan pangannya secara sendiri atau mandiri. Itu bisa melalui pemanfaatan pekarangan rumah, budidaya tanaman pangan atau sayuran, buah-buahan, maupun bisa juga dilakukan peternakan skala kecil," ujar Agus kepada RRI.CO.ID, Sabtu, 18 Juli 2026.

Ia menjelaskan, masyarakat tidak perlu menunggu saat terjadi krisis pangan untuk mulai menanam. Menurutnya, upaya membangun ketahanan pangan sebaiknya dilakukan sejak dini agar keluarga lebih siap menghadapi berbagai kondisi.

"Kalau pangan itu mulai sulit, kita tidak harus bergantung kepada pangan yang sudah ada. Sebelum terjadi krisis pangan, kita sudah harus menyediakan agar nanti pada saat krisis itu terjadi kita sudah siap," katanya.

Agus mengatakan, langkah awal yang dapat dilakukan adalah menanam komoditas yang paling sering dikonsumsi keluarga. Beberapa di antaranya seperti cabai, tomat, kangkung, bayam, mentimun, hingga berbagai jenis rempah.

"Mulailah dari kebutuhan pangan keluarga dengan menanam komoditas yang sering dikonsumsi, terutama cabai, tomat, kangkung, bayam, mentimun, dan berbagai rempah," ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk mulai berkebun. Lahan yang sempit tetap dapat dimanfaatkan menggunakan pot, polybag, vertikultur, maupun hidroponik sehingga masyarakat di kawasan perkotaan juga dapat menghasilkan pangan sendiri.

"Manfaatkan lahan pekarangan secara optimal, baik di tanah langsung maupun menggunakan pot atau polybag. Kalau lahannya terbatas juga bisa menggunakan vertikultur atau hidroponik," katanya.

Selain memanfaatkan lahan, Agus menilai keterlibatan seluruh anggota keluarga juga menjadi faktor penting agar kegiatan berkebun dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan pembagian peran, setiap anggota keluarga dapat ikut merawat tanaman sekaligus menumbuhkan kebiasaan menghasilkan pangan dari rumah.

"Libatkan seluruh anggota keluarga dalam kegiatan berkebun. Jadi memang sistem ini dibuat di rumah tangga atau dalam siklus keluarga, ada yang menanam, menyiram, sampai merawat tanamannya," ucapnya.

Ia berharap masyarakat mulai memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Menurutnya, langkah sederhana tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun ketahanan pangan yang lebih kuat dari tingkat rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....