Bkraf Denpasar Dorong Kemunculan Desain-desain Kreatif
- 15 Jul 2026 20:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar menggelar Creative City Talk, Rabu 15 Juli 2026. Event yang mengangkat tajuk "Ide Kreatif, Kota Inspiratif, Masa Depan Denpasar" itu berlangsung di Dharma Negara Alaya (DNA).
Event ini diisi sejumlah kegiatan, meliputi Talkshow, Networking, Exhibition dan Creative Showcase. Hadir sebagai narasumber dalam sesi Talkshow, yakni Ketua DPC GEKRAFS Karo Amsal Sitepu, Perwakilan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali Bramana Ajas, Perwakilan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Bali Tori dan Agung Ari dari Bank BPD Bali.
Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa menjelaskan, kegiatan ini masih menjadi rangkaian dari D"Youth Fest. Pada kesempatan ini, pihaknya menggandeng Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Provinsi Bali, IAI, HDII, Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) dan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia.
"Dalam rangkaian ini kita berbicara tentang bagaimana memunculkan desain-desain kreatif dari teman-teman perancang, khususnya untuk urban, lebih khusus untuk Kota Denpasar," katanya kepada wartawan, Rabu 15 Juli 2026.
Ari menyebut, kehadiran Amsal Sitepu sebagai narasumber memberi gambaran kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga semangat untuk tetap berkarya. "Amsal Sitepu dengan historinya, 131 hari di penjara, Amsal bercerita sebagai insan kreatif yang sudah melalui proses rumit, tetapi tetap bisa berkarya," ujar Ari yang juga menjabat sebagai Ketua DPW GEKRAFS Provinsi Bali.
Ari menyampaikan, kegiatan ini merupakan hadiah dari Pemerintah Kota Denpasar kepada generasi muda. Pemerintah Kota Denpasar disebut merangkul pemuda dan pemudi berbasis komunitas, untuk menunjukkan seluruh karya kreatif yang dimiliki.
"Komunitas itu diajak dalam satu bulan ini, dan sudah bisa kita sama-sama rasakan dampaknya setelah diinaugurasikan di Lapangan Puputan," sebutnya.
"Tidak hanya GEKRAFS, IAI dan sebagainya, juga ada Creha Project, Tato dan lain sebagainya dalam rangkaian kegiatan itu," sambung Ari.
Ditanya soal investasi di bidang ekonomi kreatif, Ari menyampaikan, pemerintah konsisten dalam mendukung eksistensi ekraf. Di tengah berbagai dinamika, pemerintah dianggap memiliki komitmen yang besar.
"Satu hal kita pastikan, bahwa kreatif tidak terbatas pada rupiah. Tetapi bagaimana ide-ide yang bisa kita tuangkan dari keterbatasan tersebut," ucapnya.
Keseriusan menggarap ekonomi kreatif dianggap sejalan dengan prospek secara ekonomi. Ia pun mengapresiasi para pegiat ekraf, baik di lini usaha fesyen, kriya maupun industri kreatif lain yang terbilang sangat serius dan terus menunjukkan progres.
"Saat ini kita lagi dorong adalah di bidang perfilman. Karena kita saat ini sedang menyasar anak-anak muda di Bali, khususnya di Kota Denpasar," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....