Warga Berjibaku Selamatkan Paus Raksasa di Jembrana

  • 15 Jul 2026 10:02 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Aksi heroik dilakukan oleh puluhan warga dan nelayan di pesisir Kabupaten Jembrana. Seekor mamalia laut raksasa berbobot sekitar 5 hingga 6 ton ditemukan terdampar dalam kondisi hidup di Pantai Perancak, Banjar/Desa Perancak, pada Selasa 14 Juli 2026 siang.

Hingga saat ini, jenis paus dengan panjang mencapai 7 hingga 8 meter tersebut masih belum dapat diidentifikasi. Menurut informasi dari Perbekel Desa Perancak, I Nyoman Wijana, laporan mengenai peristiwa tersebut diterima pihak desa sekitar pukul 11.00 WITA.

Paus tersebut awalnya terlihat di sebelah timur lokasi posisinya saat ini. Nelayan yang baru saja pulang melaut bersama warga setempat langsung berinisiatif menggiring mamalia besar itu kembali ke tengah laut.

Namun, upaya penyelamatan tidak berjalan mulus. Air laut yang sedang surut drastis menjadi kendala terbesar, membuat tubuh paus yang masif itu tertahan di bibir pantai.

"Nelayan bersama masyarakat sempat menggiring paus tersebut ke tengah laut, namun paus itu kembali lagi ke pinggir pantai," ujar Wijana.

Perjuangan warga menyelamatkan sang paus bahkan sempat diwarnai kepanikan. Dorongan air dan refleks pertahanan diri dari paus membuat proses evakuasi menjadi sangat berisiko.

Beberapa warga dilaporkan sempat terpental akibat terkena kibasan ekor paus yang bergerak kuat. Akibat kibasan tersebut, paus justru bergeser dan semakin tertahan tepat di bibir pantai.

Kondisi air laut yang terus surut membuat opsi mendorong manual menjadi hampir mustahil. Kendati demikian, sekitar 30 warga masih bertahan di lokasi untuk menjaga agar paus tetap basah dan berusaha mencari cara menyelamatkannya.

"Kalau bisa cepat ditolong mungkin masih bisa selamat. Dengan berat sekitar 5 sampai 6 ton dan panjang 7 sampai 8 meter, sangat sulit bahkan hampir mustahil bagi warga untuk mendorong paus tersebut kembali ke laut saat kondisi air sedang surut," pungkas Wijana.

Warga dan aparat desa setempat masih berupaya menjaga kondisi paus sembari berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut menggunakan peralatan yang memadai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....