Kakek Untung, Sang Penakluk Sapi Jumbo Presiden

  • 29 Mei 2026 18:56 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Gema takbir Idul Adha di Masjid Jami Nurul Huda, Banjar Melaya Krajan, Jembrana, menyisakan cerita heroik dari seorang lansia. Adalah Kakek Untung, seorang jagal senior berusia 76 tahun, yang menjadi aktor utama di balik takluknya sapi kurban bantuan Presiden RI seberat 680 kilogram pada Rabu 27 Mei 2026.

Bagi warga setempat, kehadiran sapi Bali jumbo ini adalah berkah sekaligus tantangan besar. Namun bagi Untung, ini adalah ujian tertinggi sepanjang 15 tahun kariernya sebagai jagal masjid sejak 2011.

"Selama sekitar 15 tahun menjadi jagal, saya sudah menyembelih hampir 150 ekor sapi. Tapi, baru kali ini saya menangani sapi besar ini," ujar Untung dengan peluh yang membasahi wajahnya, namun tetap mengumbar senyum ramah.

Menaklukkan hewan seberat lebih dari setengah ton tentu tidak bisa sembarangan. Jika biasanya Untung hanya membutuhkan tiga hingga empat orang asisten, kali ini ia harus mengomandoi belasan orang.

Sebanyak 7 orang memegang tali pengikat utama, dibantu 7 jemaah lain di posisi belakang. Total 14 orang bersinergi demi merebahkan sang sapi raksasa. Selain itu, Untung pun harus menggunakan pisau khusus berbilah panjang dan ekstra tajam untuk menembus tebalnya leher sapi jumbo, sangat berbeda dengan pisau kambing yang pendek.

Ukuran leher sapi yang tebal membuat Untung harus melakukan empat kali gerakan gorokan pisau, satu kali lebih banyak dari standarnya yang biasa cukup tiga kali robekan.

"Biasanya kan tiga kali, ternyata sapi ini sampai empat kali, saking besarnya leher sapi. Pisaunya khusus untuk penyembelihan sapi, kalau kambing ada sendiri," tuturnya.

Masyarakat yang berkumpul sempat diliputi rasa waswas saat proses perebahan sapi. Maklum, bobot 680 kilogram memiliki risiko kecelakaan yang tinggi jika sapi mengamuk. Namun, ketenangan Kakek Untung yang sarat pengalaman terbukti menjadi kunci. Di bawah komandonya, proses penyembelihan berjalan sangat aman, presisi, dan lancar tanpa kendala berarti.

Daging dari sapi kepresidenan ini pun langsung dikemas dan didistribusikan secara merata kepada sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) di seluruh Banjar Melaya Krajan. Hari itu, Kakek Untung tidak hanya berhasil menunaikan tugas spiritualnya, tetapi juga membuktikan bahwa usia hanyalah angka jika dihadapkan pada keahlian dan jam terbang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....