Penataan Pusat Kota dan Pembangunan Gedung Poliklinik Jadi Prioritas di Denpasar
- 11 Jul 2026 19:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar memprioritaskan dua proyek strategis pada tahun anggaran berjalan, yakni pembangunan gedung layanan kesehatan yakni Gedung Poliklinik RSUD Wangaya dan penataan kawasan pusat kota. Kedua program tersebut dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus menjaga wajah Kota Denpasar sebagai kota kreatif dan berbudaya.
Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa Atmaja menjelaskan, pembangunan gedung layanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Denpasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. "Melalui pembangunan fasilitas kesehatan ini, diharapkan layanan kesehatan kepada masyarakat Kota Denpasar dapat semakin optimal," ujarnya, Jumat 10 Juli 2026.
Selain sektor kesehatan, Pemerintah Kota Denpasar juga memfokuskan perhatian pada penataan kawasan pusat kota. Program tersebut dilakukan untuk mencegah penurunan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat fungsi kawasan yang memiliki karakteristik berbeda.
Menurutnya, kawasan pusat Kota Denpasar memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai pusat pemerintahan di sekitar Kantor Wali Kota Denpasar, kawasan perdagangan dan jasa yang meliputi Jalan Gajah Mada, Jalan Hasanuddin, dan Jalan Thamrin, serta kawasan cagar budaya (heritage) yang mencakup Jalan Thamrin, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Patimura. "Ketiga fungsi kawasan tersebut berada dalam satu wilayah sehingga membutuhkan penanganan yang terintegrasi. Jika tidak ditata dengan baik, dikhawatirkan akan terjadi penurunan kualitas lingkungan dan kualitas kawasan perkotaan," katanya.
Program penataan kawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar Maju. Kebijakan itu sejalan dengan pelaksanaan misi pemerintah daerah, terutama dalam mendukung pengurangan kemiskinan dan pembangunan yang berkelanjutan.
Tahap awal penataan dimulai dari kawasan Simpang Suci menuju Jalan Hasanuddin, dilanjutkan ke kawasan Patung Catur Muka melalui Jalan Thamrin, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Sulawesi. Sementara di Jalan Sumatera, pekerjaan difokuskan pada peningkatan kualitas perkerasan jalan.
Adapun pekerjaan penataan meliputi pembangunan dan perbaikan jalur pedestrian, penataan trotoar, pemasangan penanda kawasan, penyediaan street furniture, hingga penataan tampilan bangunan di sepanjang koridor jalan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan pusat Kota Denpasar yang lebih tertata, nyaman, dan menarik.
Pemerintah Kota Denpasar menargetkan penataan kawasan pusat kota dilakukan secara bertahap dan tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran. Wali Kota Denpasar berkomitmen melanjutkan program tersebut pada tahun anggaran berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....