Distanpangan Bali Terapkan Sistem Bottom-Up untuk Jamin Efektivitas Bantuan
- 10 Jul 2026 14:38 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID- Denpasar, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ( Distanpangan) Provinsi Bali, konsisten menerapkan sistem pengusulan bantuan sarana prasarana secara bottom-up atau dari bawah ke atas, guna memastikan seluruh program stimulasi tepat sasaran dan sesuai kebutuhan nyata krama Subak. \
Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda Distanpangan Provinsi Bali, Dice Fice Siska Ndoen, SST., M.Agb., menjelaskan kebijakan pelibatan aktif para petani dalam perencanaan ini sengaja diambil oleh pihak kedinasan, agar setiap infrastruktur yang dibangun, seperti pompa air maupun perbaikan jaringan irigasi, tidak berakhir mubazir di lapangan.
Melalui mekanisme ini, krama Subak bersama penyuluh pertanian lapangan berhak menentukan sendiri jenis, kapasitas, hingga dimensi alat mesin pertanian yang paling cocok dengan debit air di wilayah mereka. Pola pengusulan mandiri ini terbukti mampu memotong rantai birokrasi yang kaku, sehingga penyaluran sarana prasarana bisa berjalan jauh lebih taktis.
Dice mengungkapkan bahwa keterlibatan petani dari tahap awal akan menumbuhkan rasa kepemilikan yang tinggi terhadap bantuan pemerintah. "Karena usulan perbaikan irigasi ini datangnya dari bawah dan bukan dari atas, krama Subak jadi merasa sangat bertanggung jawab, untuk ikut merawat fisik bangunan tersebut” ujar Dice ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis, 9 Juli 2026.
Dice menambahkan rasa tanggung jawab yang besar dari para petani ini, terbukti mempermudah kerja pemerintah daerah, dalam menjaga keberlanjutan indeks pertanaman di tengah ancaman krisis iklim global. Pola komunikasi dua arah ini juga diterapkan oleh Distanpangan Bali, dalam merespons cepat keluhan krama terkait adanya kerusakan saluran pengairan di berbagai daerah.
Salah satu contoh penanganan cepat dilakukan oleh pihak dinas, saat menerima laporan langsung dari perwakilan Masyarakat, mengenai adanya luapan air Tukad Unda di Kabupaten Klungkung yang merusak fasilitas jalan. Keluhan masyarakat tersebut langsung dicatat dalam agenda darurat dinas, untuk segera dikoordinasikan dengan otoritas wilayah setempat.
Dice menegaskan bahwa pihaknya akan segera menerjunkan tim untuk melakukan Survei Investigasi Desain (SID), guna menelusuri akar masalah penyumbatan air di hulu sungai tersebut. "Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung serta meminta kontak pelapor, agar kami bisa langsung bergerak cepat melihat situasi riil di lapangan," tegas Dice.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....