Sekjen PB HMI Dorong Kader Denpasar Jadi Pemimpin Visioner
- 29 Jun 2026 07:46 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengajak kader HMI Cabang Denpasar untuk menjaga konsistensi dalam berproses di organisasi, memahami aturan organisasi, memiliki visi yang jelas, serta peka terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PB HMI, Angga Putra Pratama, saat menghadiri Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar Periode 2026–2027, Sabtu, 20 Juni 2026 di Aula Kampus Stikom, Denpasar.
Dalam sambutannya, Angga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jajaran HMI Cabang Denpasar yang telah menyelenggarakan pelantikan. Ia juga mengungkapkan rasa hormat kepada para senior HMI dan Korps Alumni HMI (KAHMI) Bali yang dinilainya memiliki peran besar dalam proses kaderisasinya selama aktif di organisasi.
Menurut Angga, keberhasilan seorang kader tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari kemampuannya menjaga komitmen terhadap nilai-nilai organisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi umat serta bangsa. "Ketika kita mendeklarasikan diri sebagai kader HMI, kader umat, dan kader bangsa, maka kita harus memahami makna kader itu sendiri," ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat empat indikator utama yang harus dimiliki setiap kader HMI. Pertama, istiqamah atau konsisten dalam menjalankan proses perjuangan organisasi.
Kedua, memahami aturan main organisasi sebagai pedoman dalam menjalankan amanah. Ketiga, memiliki pandangan yang visioner terhadap masa depan organisasi maupun bangsa.
Keempat, memiliki kepekaan terhadap realitas sosial yang berkembang di masyarakat. Angga menilai konsistensi merupakan tantangan terbesar bagi setiap kader.
Oleh karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan berbagai gerakan yang membawa perubahan positif bagi organisasi maupun masyarakat luas. Selain menyampaikan pesan kepada kader, Angga juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap mahasiswa daerah yang melanjutkan pendidikan di Jakarta.
Berdasarkan pengalamannya, tingginya biaya hidup menjadi tantangan bagi mahasiswa perantauan sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar mahasiswa dapat fokus mengembangkan kapasitas akademik maupun organisasi. Menurutnya, penyediaan fasilitas penunjang seperti tempat tinggal bagi mahasiswa daerah dapat menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Angga juga menegaskan bahwa HMI siap menjadi mitra strategis dalam menyampaikan berbagai aspirasi mahasiswa kepada pemerintah melalui jalur yang konstruktif. Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Denpasar Periode 2026–2027, Haris Afrizal, mengatakan kepengurusan baru berkomitmen menjadikan HMI sebagai organisasi yang adaptif, moderat, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kota Denpasar.
Ia menjelaskan, sebelum pelantikan dilaksanakan, kepengurusan telah menjalankan sejumlah program kaderisasi, termasuk pelaksanaan Basic Training (LK I) dan tindak lanjut proses pengkaderan. Selain itu, HMI Cabang Denpasar kini telah memiliki sekretariat yang dapat dimanfaatkan seluruh komisariat sebagai pusat aktivitas organisasi.
Menurut Haris, keberadaan sekretariat merupakan hasil dukungan berbagai pihak, termasuk alumni HMI di Bali. Dalam sambutannya, Haris juga menekankan pentingnya menjaga semangat toleransi di Bali melalui filosofi Menyama Braya.
Ia menilai momentum Tahun Baru Islam yang berdekatan dengan Hari Raya Galungan menjadi gambaran nyata harmoni kehidupan masyarakat Bali yang hidup berdampingan dalam keberagaman. "Di tanah Bali ini keindahan Islam menemukan bentuknya yang paling kontekstual melalui prinsip Menyama Braya. Perbedaan keyakinan justru melahirkan harmoni kehidupan yang nyata," katanya.
Ia menambahkan, HMI Cabang Denpasar akan memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Denpasar, khususnya dalam memberikan gagasan terhadap berbagai isu pembangunan, seperti persoalan lingkungan hidup, perencanaan tata ruang perkotaan (urban planning), hingga berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Haris juga memperkenalkan tema kepengurusan "Rembuk HMI", yang merupakan akronim dari Responsif, Edukatif, Moderat, Berdaya Saing, Unggul, dan Kreatif.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode kepengurusan. Melalui semangat tersebut, HMI Cabang Denpasar berkomitmen membangun organisasi yang lebih adaptif, memperkuat tradisi intelektual, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan masyarakat Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....