Pemkot Denpasar Perkuat Pembinaan Telajakan, Siap Lomba Tingkat Provinsi

  • 29 Jul 2026 14:54 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar memperkuat pembinaan telajakan sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang hijau, bersih, dan berkelanjutan sekaligus mempersiapkan desa dan kelurahan menghadapi Lomba Taman Telajakan Tingkat Provinsi Bali 2026. Pembinaan tahap ketiga digelar di sejumlah wilayah Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar Timur, dan Denpasar Utara, Selasa 28 Juli 2026.

Kegiatan dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar bersama perangkat daerah terkait. Pembinaan diawali di Dusun Kertha Petasikan, Desa Sidakarya, kemudian dilanjutkan ke Dusun Bet Ngandang, Desa Sanur Kauh, Banjar Belong di Desa Sanur Kaja, Desa Sumerta Kelod, Banjar Ujung di Kelurahan Kesiman, dan berakhir di Banjar Tegeh Sari, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara.

Pembinaan dipimpin Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. Kegiatan juga dihadiri para perbekel, lurah, kepala lingkungan, serta perangkat daerah terkait. Pada kesempatan tersebut, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyerahkan secara simbolis bibit pohon jempiring dan andong kepada kepala lingkungan dan kader TP Posyandu.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan pembinaan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi pemanfaatan telajakan sebagai ruang terbuka hijau yang mampu menciptakan lingkungan lebih asri, bersih, dan nyaman.

"Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar kembali memberikan pembinaan sekaligus dukungan kepada masyarakat agar semakin sadar memanfaatkan lahan yang ada sebagai ruang terbuka hijau. Sekecil apa pun lahan yang dimiliki, apabila ditata dengan baik akan memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, penataan telajakan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi transformasi Posyandu melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan bersih. Selain itu, telajakan juga memiliki fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan keagamaan yang mendukung pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.

Pembinaan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Lomba Taman Telajakan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026. Dalam ajang tersebut, desa dan kelurahan diharapkan mampu mengedukasi masyarakat untuk mengoptimalkan fungsi telajakan sebagai ruang penghijauan sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi lingkungan sekitar.

Pemerintah Kota Denpasar berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menata dan menjaga telajakan. Dengan demikian, telajakan tidak hanya menjadi identitas budaya Bali, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Tegeh Sari, I Nyoman Sudarma, mengapresiasi dipilihnya Banjar Tegeh Sari sebagai salah satu lokasi pembinaan sekaligus peserta Lomba Taman Telajakan Tingkat Provinsi Bali.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Banjar Tegeh Sari. Bersama masyarakat, kami siap menindaklanjuti seluruh arahan yang diberikan dalam pembinaan ini dan terus membenahi berbagai kekurangan agar penataan telajakan di wilayah kami semakin optimal," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....