Kadin Denpasar Ajak Mahasiswa Ciptakan Peluang Usaha
- 29 Jun 2026 07:48 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kalangan pelaku usaha mengajak mahasiswa untuk menjadikan organisasi sebagai wadah menciptakan kebermanfaatan bagi masyarakat sekaligus melahirkan peluang usaha baru. Organisasi dinilai tidak hanya menjadi tempat mengembangkan kapasitas diri, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan semangat kewirausahaan.
Wakil Ketua Umum Bidang Infrastruktur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Denpasar, Yusuf Ali, menyampaikan hal tersebut saat memberikan Stadium General pada Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar, Sabtu, 20 Juni 2026 di Aula Kampus Stikom, Denpasar. Menurut Yusuf, setiap aktivitas yang dilakukan hendaknya berlandaskan nilai-nilai Islam sehingga dapat memberikan manfaat bagi sesama.
Ia menekankan, mahasiswa perlu memiliki semangat untuk menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat, bukan hanya berharap memperoleh manfaat dari orang lain. "Berorganisasi itu harus karena kita bisa bermanfaat untuk orang lain dan bisa menciptakan peluang-peluang usaha bagi teman-teman, keluarga, maupun masyarakat di sekitar kita," ujarnya.
Yusuf juga membagikan pengalaman pribadinya ketika harus menghentikan kuliah pada semester lima karena keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut mendorongnya untuk bekerja sekaligus membangun usaha dengan tujuan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Ia mengatakan, hingga kini dirinya terus mengembangkan berbagai bidang usaha sebagai bagian dari upaya membuka kesempatan kerja sekaligus mendorong regenerasi dalam dunia usaha. Selain mendorong semangat berwirausaha, Yusuf mengajak mahasiswa memanfaatkan organisasi sebagai ruang membangun jejaring, bertukar gagasan, dan melahirkan inovasi.
Menurutnya, potensi sumber daya manusia Indonesia sangat besar sehingga perlu diarahkan untuk menciptakan berbagai peluang usaha baru. "Semakin sering kita berdiskusi dan membedah peluang bisnis, semakin banyak kesempatan yang bisa diciptakan bersama," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga mengingatkan pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Ia menjelaskan terdapat empat tahapan yang perlu diterapkan, yaitu mempersiapkan diri sebelum belajar, lebih banyak mendengar daripada berbicara, mengamalkan ilmu yang diperoleh, serta membagikan ilmu tersebut kepada orang lain.
Menurutnya, sikap rendah hati dan kemauan untuk mendengarkan menjadi bekal penting dalam proses pembelajaran maupun saat berorganisasi. Ia berharap mahasiswa HMI dapat mengedepankan etika, nilai-nilai keislaman, serta semangat berkarya agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....